🏦 Sistem Informasi Manajemen
🎓 Pertemuan
Pertemuan 6: Visualisasi Data & Dashboard Manajerial

MODUL PEMBELAJARAN

Sistem Informasi Manajemen (SIM)

Pertemuan ke-6: Visualisasi Data dan Dashboard Manajerial


Program Studi: Perbankan Syariah — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
Institut: UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
Semester: IV (Empat) | SKS: 2 SKS
Bobot Pertemuan: 4%
Alokasi Waktu: 100 Menit (25 menit teori + 65 menit lab + 10 menit refleksi)


🎯 CAPAIAN PEMBELAJARAN

Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang Dibebankan

KodeDomainDeskripsi
CPL-2PengetahuanMenguasai konsep dan prinsip dasar sistem informasi manajemen serta penerapannya dalam pengambilan keputusan di lembaga keuangan syariah
CPL-3Keterampilan UmumMampu menganalisis informasi secara kritis dan menggunakannya untuk memecahkan permasalahan manajerial di perbankan syariah
CPL-4Keterampilan KhususMampu mengoperasikan perangkat teknologi informasi dasar, mengolah data sederhana, serta mengevaluasi kinerja dan tata kelola sistem informasi di lembaga keuangan syariah sesuai regulasi OJK dan Bank Indonesia

Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)

CPMK-3: Mahasiswa mampu menggunakan perangkat lunak perkantoran (Excel/Google Sheets) untuk mengelola dan menyajikan data perbankan secara sederhana (C3 — Menerapkan)

Sub-CPMK Pertemuan Ini

Mahasiswa mampu memilih jenis grafik yang tepat sesuai karakteristik data, membuat dan memformat grafik di Excel/Google Sheets, menyusun data tren waktu fiktif, serta mengintegrasikan minimal tiga grafik ke dalam satu lembar dashboard manajerial perbankan syariah yang informatif, jujur, dan komunikatif.

Indikator Ketercapaian

  • ☐ Mahasiswa dapat menjelaskan fungsi visualisasi data sebagai alat komunikasi manajerial dan prinsip-prinsip visualisasi yang baik
  • ☐ Mahasiswa dapat mengidentifikasi jenis grafik yang tepat untuk setiap jenis pertanyaan data (perbandingan, tren, komposisi, distribusi)
  • ☐ Mahasiswa dapat membuat grafik batang (column/bar chart), grafik garis (line chart), dan grafik lingkaran (pie chart) yang terformat dengan baik di Excel/Google Sheets
  • ☐ Mahasiswa dapat menyusun data tren bulanan fiktif dan menggunakannya sebagai sumber grafik garis
  • ☐ Mahasiswa dapat merancang dan menyusun dashboard manajerial satu halaman yang menampilkan KPI, grafik, dan ringkasan teks secara terpadu
  • ☐ Mahasiswa dapat mengaitkan pentingnya visualisasi yang jujur dan transparan dengan prinsip shidq dan syafafiyyah dalam Islam

🔗 KAITAN DENGAN PERTEMUAN SEBELUMNYA

Ingat dari Pertemuan 4 & 5: Kita telah membangun dua aset utama — sheet Data_Nasabah yang berisi 20 baris data nasabah fiktif terstruktur, dan sheet Laporan_Rekap yang berisi ringkasan angka: total nasabah, total DPK, rincian per akad, per status, dan per kota — semuanya dihitung menggunakan formula COUNTIF, SUMIF, AVERAGEIF, MAX, dan MIN.

Di Pertemuan 6 ini, kita masuk ke tahap berikutnya: mengubah angka menjadi gambar. Angka-angka di Laporan_Rekap akan kita visualisasikan menjadi grafik yang langsung bisa dipresentasikan kepada pimpinan. Ini adalah pertemuan terakhir dalam rangkaian praktikum spreadsheet (Pertemuan 4–6) sebelum memasuki materi DSS dan UTS. File Excel dari Pertemuan 5 wajib dibawa/diakses karena akan digunakan langsung.


🗺️ PETA KONSEP MATERI

PERTEMUAN 6 — VISUALISASI DATA DAN DASHBOARD MANAJERIAL

├── A. VISUALISASI DATA SEBAGAI ALAT KOMUNIKASI MANAJERIAL
│   ├── Mengapa angka saja tidak cukup untuk pengambilan keputusan
│   ├── Sejarah singkat visualisasi data: dari Florence Nightingale ke EIS modern
│   ├── Empat prinsip visualisasi yang baik (Jelas, Tepat, Bersih, Jujur)
│   └── Bahaya visualisasi yang menyesatkan: manipulasi skala, warna, dan proporsi

├── B. JENIS-JENIS GRAFIK DAN KAPAN MENGGUNAKANNYA
│   ├── Grafik Batang / Kolom (Bar/Column Chart)
│   │   ├── Kapan digunakan: perbandingan antar kategori
│   │   ├── Variasi: vertikal (column), horizontal (bar), bertumpuk (stacked)
│   │   └── Contoh di bank syariah: total DPK per akad, jumlah nasabah per kota
│   ├── Grafik Garis (Line Chart)
│   │   ├── Kapan digunakan: tren perubahan dari waktu ke waktu
│   │   ├── Kapan TIDAK digunakan: data kategorikal tanpa urutan waktu
│   │   └── Contoh: pertumbuhan DPK bulanan, tren jumlah nasabah baru per bulan
│   ├── Grafik Lingkaran (Pie / Donut Chart)
│   │   ├── Kapan digunakan: komposisi bagian dari keseluruhan (< 6 kategori)
│   │   ├── Kapan TIDAK digunakan: terlalu banyak slice, perbandingan kecil
│   │   └── Contoh: proporsi DPK Wadiah vs Mudharabah
│   └── Panduan memilih grafik yang tepat (decision tree)

├── C. TEKNIK MEMBUAT DAN MEMFORMAT GRAFIK DI EXCEL/GOOGLE SHEETS
│   ├── Memilih data sumber yang tepat sebelum membuat grafik
│   ├── Langkah-langkah membuat setiap jenis grafik
│   ├── Elemen grafik yang wajib ada: judul, label sumbu, legenda, label data
│   └── Tips format profesional: palet warna, ukuran font, gridline

├── D. MERANCANG DASHBOARD MANAJERIAL
│   ├── Apa itu dashboard dan mengapa penting bagi bank syariah
│   ├── Anatomi dashboard yang efektif: KPI cards, grafik, narasi
│   ├── Prinsip tata letak (layout) dashboard
│   └── Contoh dashboard manajerial cabang bank syariah

└── E. NILAI ISLAM DALAM VISUALISASI DATA
    ├── Shidq: visualisasi yang jujur — tidak memanipulasi skala
    ├── Syafafiyyah: dashboard sebagai wujud transparansi kepada pemangku kepentingan
    └── Tabayyun: verifikasi data sebelum divisualisasikan dan disebarkan

📚 URAIAN MATERI POKOK


A. VISUALISASI DATA SEBAGAI ALAT KOMUNIKASI MANAJERIAL

A.1 Mengapa Angka Saja Tidak Cukup?

Perhatikan dua penyajian informasi berikut tentang kinerja cabang bank syariah:

Penyajian 1 — Tabel Angka:

Bulan    | Jan  | Feb  | Mar  | Apr  | Mei  | Jun
DPK (Rp) | 82jt | 85jt | 81jt | 88jt | 91jt | 95jt
Nasabah  | 19   | 20   | 19   | 21   | 22   | 23
NPF (%)  | 2.1  | 2.3  | 2.4  | 2.2  | 2.0  | 1.8

Penyajian 2 — Grafik Garis: (DPK naik bertahap dari 82 juta ke 95 juta, Nasabah tumbuh linear, NPF sempat naik lalu turun)

Mana yang lebih cepat dipahami oleh Kepala Cabang dalam rapat 30 menit?

Penelitian kognitif menunjukkan bahwa otak manusia memproses informasi visual 60.000 kali lebih cepat daripada teks atau angka. Pola, tren, dan anomali yang tersembunyi di dalam tabel data mentah menjadi langsung terlihat ketika divisualisasikan dengan grafik yang tepat.

Inilah mengapa EIS (Executive Information System) yang kita pelajari di Pertemuan 2 selalu berbasis dashboard visual — bukan tabel angka yang panjang. Dan inilah keterampilan yang akan kita bangun hari ini.


A.2 Sejarah Singkat Visualisasi Data

Visualisasi data bukan hal baru:

  • 1854 — John Snow memetakan kasus kolera di London ke dalam peta titik (dot map), menemukan bahwa sumber wabah adalah satu pompa air di Broad Street. Ini adalah salah satu visualisasi paling berpengaruh dalam sejarah.
  • 1858 — Florence Nightingale menciptakan "diagram coxcomb" (mirip pie chart polar) untuk menunjukkan bahwa lebih banyak tentara Inggris mati akibat penyakit yang bisa dicegah daripada akibat pertempuran — dan berhasil mengubah kebijakan sanitasi militer Inggris.
  • 1983 — Edward Tufte menerbitkan The Visual Display of Quantitative Information, buku yang menjadi referensi standar desain visualisasi data hingga hari ini.
  • 2000-an — Dashboard digital menjadi standar dalam EIS perusahaan dan perbankan modern, memungkinkan eksekutif memantau KPI secara real-time dari layar komputer atau smartphone.

Relevansi untuk perbankan syariah: Laporan keuangan bank yang diwajibkan OJK (LKPBU, laporan statistik), laporan DPS kepada pemegang saham, dan presentasi kinerja kepada nasabah — semua semakin mengintegrasikan visualisasi data untuk meningkatkan keterbacaan dan akuntabilitas.


A.3 Empat Prinsip Visualisasi yang Baik

Menurut Few (2006) dan Tufte (2001), visualisasi data yang baik harus memenuhi empat prinsip utama:

Prinsip 1 — Jelas (Clear) Pembaca harus langsung memahami pesan utama grafik tanpa memerlukan penjelasan panjang. Judul grafik yang deskriptif ("Total DPK per Jenis Akad — Januari 2025" bukan "Grafik 1") adalah langkah pertama menuju kejelasan.

Prinsip 2 — Tepat (Accurate) Jenis grafik harus sesuai dengan jenis data. Menggunakan grafik pie untuk data yang memiliki 10 kategori, atau grafik garis untuk data yang tidak memiliki urutan waktu, adalah contoh ketidaktepatan yang justru mempersulit pemahaman.

Prinsip 3 — Bersih (Clean) Kurangi chartjunk — elemen visual yang tidak menambah informasi: latar belakang bergambar, efek 3D yang tidak perlu, terlalu banyak warna, grid yang berlebihan. Setiap piksel dalam grafik harus "bekerja" untuk menyampaikan informasi.

Prinsip 4 — Jujur (Honest) Ini adalah prinsip paling kritis, terutama dalam konteks bank syariah. Grafik yang manipulatif — misalnya sumbu Y yang tidak dimulai dari 0 untuk membuat pertumbuhan kecil terlihat dramatis — adalah bentuk penipuan visual. Kita akan bahas lebih lanjut di bagian E.


A.4 Bahaya Visualisasi yang Menyesatkan

Grafik dapat "berbohong" secara visual meskipun angka-angkanya benar secara teknis. Berikut adalah teknik manipulasi yang wajib dikenali dan dihindari:

Manipulasi 1 — Truncated Y-Axis (Memotong Sumbu Y)

GRAFIK MANIPULATIF:           GRAFIK JUJUR:
(sumbu Y mulai dari 90)       (sumbu Y mulai dari 0)

100 ┤        ████             100 ┤  ████ ████ ████ ████
 97 ┤  ████  ████              75 ┤
 94 ┤  ████  ████  ████         50 ┤
 91 ┤  ████  ████  ████         25 ┤
 90 ┤                            0 ┤
    Jan  Feb  Mar  Apr               Jan  Feb  Mar  Apr

Kesan: pertumbuhan DRAMATIS!   Kesan: pertumbuhan KECIL (wajar)
Padahal: hanya naik 3%         Fakta yang sama, kesan berbeda

Manipulasi 2 — Grafik Pie dengan Terlalu Banyak Slice

Ketika grafik pie memiliki lebih dari 6 kategori, ukuran slice menjadi terlalu kecil untuk dibandingkan secara visual. Otak manusia lemah dalam membandingkan sudut — lebih baik gunakan grafik batang.

Manipulasi 3 — Skala yang Tidak Konsisten

Membandingkan dua grafik garis yang sumbu Y-nya berbeda skalanya — satu 0–100 dan yang lain 0–10.000 — menciptakan kesan yang salah tentang besarnya perbedaan.

Manipulasi 4 — Pilihan Warna yang Bias

Menggunakan warna merah untuk kompetitor dan hijau untuk diri sendiri dalam perbandingan benchmark menciptakan bias persepsi yang tidak fair.

Dalam perspektif syariah: Setiap manipulasi visual di atas adalah bentuk tadlis (penipuan) yang dilarang dalam Islam, meskipun angkanya sendiri benar. Seorang bankir syariah wajib memastikan bahwa grafik yang dibuatnya tidak menyesatkan siapapun yang membacanya — termasuk pimpinan, regulator, pemegang saham, dan nasabah.


B. JENIS-JENIS GRAFIK DAN KAPAN MENGGUNAKANNYA

B.1 Grafik Batang / Kolom (Bar Chart / Column Chart)

Kapan digunakan: Untuk membandingkan nilai antar kategori diskrit (kategori yang tidak memiliki urutan waktu alami). Grafik batang adalah jenis grafik yang paling serbaguna dan paling sering digunakan dalam pelaporan perbankan.

Variasi grafik batang:

VariasiBentukKapan Digunakan
Column Chart (vertikal)Batang tegak ke atasPerbandingan < 7 kategori, label kategori pendek
Bar Chart (horizontal)Batang mendatar ke kananLabel kategori panjang, atau banyak kategori (> 7)
Clustered ColumnKelompok batang berdampinganPerbandingan beberapa seri data per kategori
Stacked ColumnBatang bertumpukKomposisi dan total sekaligus
100% StackedBatang bertumpuk penuh ke 100%Proporsi komposisi antar kategori

Contoh penggunaan di bank syariah:

Pertanyaan ManajerialJenis GrafikData yang Diplot
Berapa nasabah Mudharabah vs Wadiah?Column ChartKategori: akad; Nilai: jumlah nasabah
Mana cabang dengan DPK terbesar?Bar Chart (horizontal)Kategori: nama cabang; Nilai: total DPK
Bagaimana komposisi DPK dan jumlah nasabah bersamaan?Clustered ColumnDua seri: DPK dan jumlah nasabah per akad
Bagaimana komposisi pembiayaan per sektor ekonomi?100% Stacked ColumnKategori: bulan; Seri: sektor pertanian, perdagangan, industri, dll.

Elemen wajib grafik batang yang baik:

  • Judul deskriptif (menjawab "apa yang dibandingkan" dan "kapan")
  • Label sumbu X (kategori) dan Y (nilai + satuan)
  • Label nilai di atas/dalam setiap batang
  • Legenda (jika lebih dari satu seri)
  • Tanpa efek 3D — menyulitkan pembacaan nilai

B.2 Grafik Garis (Line Chart)

Kapan digunakan: Untuk menunjukkan perubahan nilai dari waktu ke waktu — tren naik, turun, fluktuasi, atau pola musiman. Sumbu X selalu berupa unit waktu (hari, bulan, kuartal, tahun).

Kapan TIDAK menggunakan grafik garis:

  • Data kategoris tanpa urutan waktu (gunakan grafik batang)
  • Hanya satu atau dua titik data (tidak cukup untuk menunjukkan tren)

Contoh penggunaan di bank syariah:

Pertanyaan ManajerialData yang Diplot
Bagaimana pertumbuhan DPK 12 bulan terakhir?Sumbu X: bulan (Jan–Des); Y: total DPK
Apakah jumlah nasabah baru meningkat tiap bulan?Sumbu X: bulan; Y: jumlah nasabah baru
Bagaimana tren NPF (Non-Performing Financing) triwulanan?Sumbu X: kuartal; Y: rasio NPF (%)
Perbandingan pertumbuhan DPK cabang A vs cabang B?Dua garis di grafik yang sama

Tips membuat grafik garis yang efektif:

  • Gunakan penanda titik (data markers) jika jumlah titik data sedikit (< 12)
  • Hilangkan penanda titik jika data sangat banyak — garis saja sudah cukup
  • Jika ada lebih dari 4 garis, pertimbangkan memecah menjadi grafik terpisah
  • Label langsung di akhir setiap garis (lebih baik dari legenda terpisah jika garis sedikit)

B.3 Grafik Lingkaran (Pie Chart / Donut Chart)

Kapan digunakan: Untuk menunjukkan komposisi bagian-bagian dari keseluruhan — ketika fokusnya adalah proporsi relatif, bukan nilai absolut. Paling efektif ketika:

  • Jumlah kategori sedikit (idealnya 2–5, maksimal 6)
  • Ada satu kategori yang ingin di-highlight sebagai dominan

Kapan TIDAK menggunakan grafik pie:

  • Lebih dari 6 kategori → gunakan grafik batang horizontal
  • Nilai antar kategori sangat mirip → sulit membedakan sudut secara visual
  • Perlu membandingkan perubahan dari waktu ke waktu → gunakan grafik garis atau batang bertumpuk

Perbedaan Pie vs Donut Chart:

AspekPie ChartDonut Chart
BentukLingkaran penuhLingkaran berlubang di tengah
KeunggulanLebih tradisional, dikenal luasRuang tengah bisa diisi angka kunci
KelemahanTidak bisa menampilkan info tambahanSedikit lebih sulit dibaca
Penggunaan modernLaporan formalDashboard digital, presentasi modern

Contoh penggunaan di bank syariah:

Pertanyaan ManajerialSlice Grafik
Berapa porsi DPK Wadiah vs Mudharabah dari total?2 slice: Wadiah (%), Mudharabah (%)
Bagaimana komposisi jenis pembiayaan yang disalurkan?Slice: Murabahah, Mudharabah, Musyarakah, Ijarah
Berapa porsi nasabah aktif vs tidak aktif?2 slice: Aktif (%), Tidak Aktif (%)

B.4 Panduan Memilih Jenis Grafik yang Tepat

Gunakan decision tree berikut sebagai panduan cepat:

PERTANYAAN APA YANG INGIN DIJAWAB?

├── "Seberapa besar ini dibanding yang lain?"
│   (Perbandingan antar kategori)
│   └──► GRAFIK BATANG/KOLOM
│         • Sedikit kategori: Column Chart (vertikal)
│         • Banyak kategori / label panjang: Bar Chart (horizontal)
│         • Bandingkan beberapa seri: Clustered Column

├── "Bagaimana perubahannya dari waktu ke waktu?"
│   (Tren temporal)
│   └──► GRAFIK GARIS
│         • Satu tren: satu garis
│         • Beberapa tren: beberapa garis (max. 4)

├── "Berapa porsi masing-masing dari keseluruhan?"
│   (Komposisi / proporsi)
│   └──► GRAFIK PIE / DONUT
│         • < 6 kategori: Pie Chart
│         • Ingin tampilkan angka di tengah: Donut Chart
│         • > 6 kategori: ganti ke 100% Stacked Bar Chart

└── "Apakah ada hubungan antara dua variabel?"
    (Korelasi)
    └──► SCATTER PLOT (bukan bagian praktikum hari ini, untuk referensi)

C. TEKNIK MEMBUAT DAN MEMFORMAT GRAFIK DI EXCEL/GOOGLE SHEETS

C.1 Persiapan: Memilih Data Sumber yang Tepat

Sebelum membuat grafik, data sumber harus disiapkan dalam format tabel yang terstruktur. Aturan emas:

  • Header kolom menjadi label grafik (legenda atau label sumbu)
  • Kolom pertama umumnya menjadi kategori (sumbu X atau label pie)
  • Kolom berikutnya menjadi nilai numerik (sumbu Y atau ukuran slice)

Contoh tabel sumber untuk tiga jenis grafik:

[GRAFIK BATANG — Nasabah per Akad]     [GRAFIK PIE — % DPK per Akad]
┌───────────────┬────────────┐          ┌───────────────┬─────────────┐
│ Jenis Akad    │Jml Nasabah │          │ Jenis Akad    │ Total Saldo │
├───────────────┼────────────┤          ├───────────────┼─────────────┤
│ Mudharabah    │     9      │          │ Mudharabah    │ 52.200.000  │
│ Wadiah        │    11      │          │ Wadiah        │ 35.250.000  │
└───────────────┴────────────┘          └───────────────┴─────────────┘

[GRAFIK GARIS — Tren DPK Bulanan]
┌──────┬───────────┬──────────┐
│ Bulan│ DPK (Rp)  │ Nasabah  │
├──────┼───────────┼──────────┤
│ Jan  │ 72.000.000│    16    │
│ Feb  │ 75.500.000│    17    │
│ Mar  │ 74.000.000│    17    │
│ Apr  │ 78.000.000│    18    │
│ Mei  │ 82.000.000│    19    │
│ Jun  │ 85.000.000│    19    │
│ Jul  │ 83.500.000│    19    │
│ Agt  │ 87.000.000│    20    │
│ Sep  │ 86.500.000│    20    │
│ Okt  │ 89.000.000│    21    │
│ Nov  │ 91.000.000│    22    │
│ Des  │ 87.450.000│    20    │
└──────┴───────────┴──────────┘

C.2 Membuat Grafik Batang/Kolom di Excel

Langkah-langkah:

  1. Pilih tabel data sumber (termasuk header) → misalnya sel A20:B22 di sheet Laporan_Rekap
  2. Klik InsertChartsColumn → pilih 2-D Column (pilihan pertama, paling sederhana)
  3. Grafik muncul di atas data — klik dan seret ke posisi yang diinginkan

Memformat grafik agar profesional:

  • Judul: Klik teks "Chart Title" → ketik judul yang deskriptif: "Jumlah Nasabah per Jenis Akad — Januari 2025"
  • Label Sumbu X: Klik kanan grafik → Add Chart ElementAxis TitlesPrimary Horizontal → beri label: "Jenis Akad"
  • Label Sumbu Y: Sama seperti di atas → Primary Vertical → beri label: "Jumlah Nasabah (orang)"
  • Label Data (nilai di atas batang): Klik kanan pada batang → Add Data Labels → pilih Outside End
  • Warna: Klik batang → Format Data Series → pilih warna yang konsisten dengan palet tema
  • Hapus gridline yang berlebihan: Klik gridline → Delete

Untuk Google Sheets:

  1. Pilih data sumber → InsertChart
  2. Di panel Chart editor, pilih Chart type: Column chart
  3. Atur CustomizeChart & axis titles untuk judul dan label sumbu
  4. CustomizeSeries untuk warna

C.3 Membuat Grafik Garis (Line Chart)

Langkah-langkah di Excel:

  1. Pilih tabel data tren bulanan (kolom Bulan dan DPK) — dua kolom bersebelahan atau pilih dengan Ctrl+Click jika tidak bersebelahan
  2. InsertChartsLine → pilih Line with Markers (garis dengan titik penanda)
  3. Format:
    • Judul: "Tren Pertumbuhan DPK Bulanan — Tahun 2025"
    • Label Sumbu X: "Bulan"
    • Label Sumbu Y: "Total DPK (Rp)"
    • Format sumbu Y: klik kanan sumbu Y → Format AxisNumberAccounting atau Currency
    • Warna garis: pilih hijau (warna yang identik dengan perbankan syariah dan pertumbuhan)

Tips khusus grafik garis:

  • Untuk menambahkan garis kedua (misal: jumlah nasabah), klik kanan grafik → Select DataAdd Series → pilih kolom Nasabah
  • Jika dua seri memiliki skala yang sangat berbeda (DPK dalam jutaan, Nasabah hanya puluhan), gunakan sumbu sekunder (secondary axis): klik kanan pada garis Nasabah → Format Data SeriesSecondary Axis

C.4 Membuat Grafik Lingkaran (Pie Chart)

Langkah-langkah di Excel:

  1. Pilih tabel: kolom Jenis Akad dan Total Saldo (dua kolom, termasuk header)
  2. InsertChartsPie → pilih 2-D Pie (bukan 3-D!)
  3. Format:
    • Judul: "Komposisi DPK per Jenis Akad (%)"
    • Label: klik kanan pada slice → Add Data Labels → klik kanan label → Format Data Labels → centang Category Name dan Percentage, hapus centang Value
    • Pisahkan slice terkecil sedikit untuk highlight: klik slice kecil → seret sedikit ke luar
  4. Hapus legenda jika label sudah menampilkan nama kategori — menghindari duplikasi

Donut Chart (opsional):

  • Langkah sama seperti Pie Chart, tapi pilih Donut pada langkah 2
  • Klik kanan donut → Format Data Series → atur Donut Hole Size = 50–60%
  • Tambahkan teks di tengah donut: InsertText Box → posisikan di tengah lubang → ketik angka kunci (misal: total DPK)

D. MERANCANG DASHBOARD MANAJERIAL

D.1 Apa Itu Dashboard dan Mengapa Penting?

Few (2006): "A dashboard is a visual display of the most important information needed to achieve one or more objectives; consolidated and arranged on a single screen so the information can be monitored at a glance."

Dashboard adalah laporan satu halaman yang mencakup semua informasi kritis yang dibutuhkan pengambil keputusan — disajikan secara visual dan terstruktur sehingga dapat dipahami dalam sekali pandang, tanpa perlu membuka-buka tabel atau file lain.

Perbedaan dashboard dengan laporan biasa:

AspekLaporan BiasaDashboard
FormatTeks + tabel panjangVisual: grafik + KPI cards + ringkasan
PanjangBisa berpuluh halamanSatu layar / satu halaman
PembaruanPeriodik (bulanan/tahunan)Bisa real-time atau mingguan
PenggunaDibaca dari awal sampai akhirDi-scan secara visual dalam detik
TujuanDokumentasi lengkapMonitoring dan keputusan cepat

D.2 Tiga Elemen Utama Dashboard yang Efektif

Elemen 1 — KPI Cards (Kartu Indikator Kinerja Utama)

KPI cards adalah kotak-kotak kecil berisi angka kunci yang paling penting — biasanya di bagian atas atau kiri dashboard. Setiap card berisi:

  • Label KPI (apa yang diukur)
  • Nilai saat ini
  • Perubahan dibanding periode sebelumnya (opsional)
┌──────────────────┐ ┌──────────────────┐ ┌──────────────────┐
│  Total Nasabah   │ │    Total DPK     │ │  Rata-rata Saldo │
│                  │ │                  │ │                  │
│      20 orang    │ │  Rp 87.450.000   │ │  Rp 4.372.500    │
│                  │ │                  │ │                  │
│   ▲ +2 dari bln  │ │   ▲ +5,4% MoM   │ │   ▲ +3,1% MoM   │
│     sebelumnya   │ │                  │ │                  │
└──────────────────┘ └──────────────────┘ └──────────────────┘

Elemen 2 — Grafik dan Visualisasi

Ini adalah bagian utama dashboard — umumnya 2–4 grafik yang masing-masing menjawab pertanyaan berbeda:

  • Grafik 1: Perbandingan (batang) — "apa yang lebih besar?"
  • Grafik 2: Komposisi (pie/donut) — "berapa porsi masing-masing?"
  • Grafik 3: Tren (garis) — "bagaimana arahnya?"

Elemen 3 — Ringkasan Teks / Narasi

Satu atau dua paragraf pendek di bagian bawah yang memberikan konteks dan interpretasi atas grafik: "DPK mengalami pertumbuhan 5,4% dari bulan sebelumnya. Akad Mudharabah masih mendominasi 59,7% total DPK. Perlu perhatian: 6 nasabah (30%) berstatus tidak aktif dengan total saldo Rp 7,65 juta yang belum dioptimalkan."


D.3 Prinsip Tata Letak (Layout) Dashboard

Prinsip 1 — Z-Pattern Reading (Pola Baca Z) Mata pembaca cenderung bergerak mengikuti pola Z: kiri atas → kanan atas → kiri bawah → kanan bawah. Tempatkan informasi paling penting di sudut kiri atas.

┌──────────────────────────────────────────────────────────┐
│ JUDUL & PERIODE              │ KPI Card 1 │ KPI Card 2  │ ← Baca pertama
│                              │            │             │
├──────────────────────────────┴────────────┴─────────────┤
│                              │                           │
│    GRAFIK UTAMA (terbesar)   │    GRAFIK SEKUNDER        │ ← Baca kedua
│    (Tren / informasi kritis) │    (Perbandingan/Pie)     │
│                              │                           │
├──────────────────────────────┴───────────────────────────┤
│    GRAFIK KETIGA (jika ada)  │    NARASI / CATATAN       │ ← Baca ketiga
└──────────────────────────────────────────────────────────┘

Prinsip 2 — Konsistensi Visual

  • Gunakan palet warna yang terbatas: 2–3 warna utama, konsisten di semua grafik
  • Font tunggal dengan variasi ukuran dan ketebalan (bukan banyak jenis font)
  • Alignment (perataan): semua elemen tersusun rapi dalam grid

Prinsip 3 — Whitespace (Ruang Kosong) Jangan memenuhi semua ruang kosong dengan elemen — whitespace yang cukup membuat dashboard mudah dibaca dan tidak "sesak".

Prinsip 4 — Hierarki Informasi Ukuran elemen mencerminkan kepentingannya. KPI terpenting di font paling besar, grafik utama paling luas, detail kecil di sudut.


D.4 Contoh Layout Dashboard Cabang Bank Syariah

Berikut adalah layout dashboard yang akan kita bangun hari ini di lab:

╔═══════════════════════════════════════════════════════════════════╗
║  DASHBOARD KINERJA NASABAH — BANK SYARIAH NUSANTARA              ║
║  Cabang Pekalongan │ Per: Desember 2025 │ Dibuat: [=TODAY()]     ║
╠═══════════════════╦═══════════════════╦═════════════════════════╣
║ Total Nasabah     ║ Total DPK         ║ Rata-rata Saldo          ║
║   20 orang        ║   Rp 87.450.000   ║   Rp 4.372.500           ║
║   (14 Aktif)      ║   ▲ 5,4% MoM     ║   Saldo Tertinggi:       ║
║                   ║                   ║   Rp 25.000.000          ║
╠═══════════════════╩═══════════════════╩═════════════════════════╣
║                                       ║                          ║
║  GRAFIK 1: TREN DPK BULANAN           ║ GRAFIK 2: NASABAH        ║
║  [Grafik Garis — 12 bulan]            ║ PER JENIS AKAD           ║
║                                       ║ [Grafik Batang/Kolom]    ║
║  95jt ┤         ╭────                ║                          ║
║  85jt ┤   ╭─────╯                   ║  15 ┤       ████          ║
║  75jt ┤╭──╯                         ║  10 ┤  ████  ████         ║
║       └──────────────────           ║   5 ┤                     ║
║       Jan Feb Mar ... Des           ║   0 └──────────────       ║
║                                       ║     Wadiah  Mudharabah  ║
╠═══════════════════════════════════════╬══════════════════════════╣
║ GRAFIK 3: KOMPOSISI DPK               ║ CATATAN MANAJERIAL       ║
║ [Grafik Pie/Donut]                    ║ • Mudharabah: 59,7% DPK  ║
║                                       ║ • 6 nasabah tdk aktif    ║
║   Wadiah         Mudharabah           ║   (total Rp7,65 juta)    ║
║   40,3%    ╭───╮   59,7%             ║ • Tren DPK: POSITIF ▲    ║
║       ─────╯   ╰─────               ║ • Saran: program reaktivasi║
║                                       ║   nasabah tidak aktif    ║
╚═══════════════════════════════════════╩══════════════════════════╝
║  Sumber Data: Sheet Data_Nasabah & Laporan_Rekap │ Dibuat oleh:  ║
╚═══════════════════════════════════════════════════════════════════╝

E. NILAI ISLAM DALAM VISUALISASI DATA

E.1 Shidq — Visualisasi yang Jujur

Salah satu dosa terbesar dalam visualisasi data adalah membuat grafik yang secara teknis tidak salah tetapi secara perseptual menyesatkan. Dalam Islam, ini tergolong tadlis (penipuan) atau setidaknya talbis (mengaburkan kebenaran).

Manifestasi shidq dalam praktik visualisasi:

  • Sumbu Y selalu mulai dari 0 pada grafik batang — kecuali ada alasan teknis yang sangat kuat dan dicantumkan eksplisit
  • Tidak menggunakan efek 3D yang mendistorsi persepsi ukuran (slice pie 3D di depan terlihat lebih besar dari yang di belakang)
  • Label data yang akurat — tidak membulatkan angka secara berlebihan
  • Judul yang deskriptif, bukan persuasif"Total DPK per Akad" bukan "Pertumbuhan DPK yang Luar Biasa!"

E.2 Syafafiyyah — Transparansi melalui Dashboard

"Dan janganlah kamu sembunyikan kesaksian, karena barangsiapa menyembunyikannya, sesungguhnya hatinya berdosa..." (Q.S. Al-Baqarah: 283)

Dashboard yang baik adalah wujud syafafiyyah (transparansi) dalam tata kelola perbankan syariah. Ketika bank syariah:

  • Mempublikasikan laporan keuangan secara lengkap dan mudah dipahami (bukan hanya angka kering)
  • Menyajikan kinerja syariah dalam format visual kepada DPS dan nasabah
  • Menampilkan indikator negatif (NPF, nasabah tidak aktif) secara jujur di dashboard internal

...maka bank tersebut sedang menjalankan prinsip syafafiyyah yang diperintahkan Al-Quran.


E.3 Tabayyun — Verifikasi Sebelum Menyebarkan

"Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya..." (Q.S. Al-Hujurat: 6)

Sebelum sebuah dashboard atau grafik dipresentasikan kepada pimpinan atau disebarkan ke pemangku kepentingan, seorang bankir syariah yang baik harus melakukan tabayyun:

  • Verifikasi data sumber: apakah formula merujuk ke data yang benar?
  • Cek total: apakah jumlah bagian = jumlah keseluruhan?
  • Konsistensi antar grafik: apakah angka di grafik 1 konsisten dengan yang di grafik 2?
  • Konfirmasi dengan pembuat data: jika ada angka yang terasa janggal, tanyakan sebelum dipresentasikan

E.4 Tabel Integrasi Nilai Islam dalam Visualisasi Data

Praktik VisualisasiNilai IslamImplementasi Konkret
Grafik dengan skala yang jujurShidq (Kejujuran)Sumbu Y mulai dari 0; tidak ada efek 3D
Judul grafik yang deskriptif dan netralShidqHindari judul yang berlebihan atau persuasif
Dashboard yang transparan (termasuk data negatif)SyafafiyyahTampilkan NPF, nasabah tidak aktif, cabang underperform
Verifikasi data sebelum dipresentasikanTabayyunCek konsistensi antar grafik dan formula
Cantumkan sumber data di setiap grafik/dashboardMas'uliyyahTulis: "Sumber: Data_Nasabah, Laporan_Rekap"
Tidak memanipulasi warna untuk kepentingan tertentu'Adalah (Keadilan)Warna netral dan konsisten, tidak bias

💻 KEGIATAN LABORATORIUM

Judul Kegiatan: Membangun Dashboard Manajerial Cabang Bank Syariah

Tujuan: Mahasiswa mampu menyusun dashboard manajerial satu halaman yang berisi KPI cards, grafik batang, grafik garis, dan grafik pie — bersumber dari data yang telah dibangun di Pertemuan 4 dan 5 — menggunakan Excel atau Google Sheets.

Alat yang Dibutuhkan:

  • File Excel / Google Sheets dari Pertemuan 5 (berisi Data_Nasabah dan Laporan_Rekap)
  • Jika tidak punya: minta file dataset yang sudah dilengkapi dari dosen

Alokasi Waktu: 65 menit


Persiapan Sebelum Mulai (5 menit)

  1. Buka file dari Pertemuan 5 — pastikan ada sheet Data_Nasabah dan Laporan_Rekap
  2. Di sheet Laporan_Rekap, pastikan data berikut sudah ada dan benar:
    • Total nasabah, total DPK, rata-rata saldo
    • Jumlah nasabah dan total saldo per akad (Mudharabah, Wadiah)
    • Jumlah nasabah dan total saldo per status (Aktif, Tidak Aktif)
  3. Buat sheet baru → beri nama: Dashboard

Langkah 1 (10 menit) — Buat Tabel Data Tren Bulanan

Sheet Dashboard perlu satu tabel data tren yang akan menjadi sumber grafik garis. Buat di area kosong (misalnya mulai dari sel J1):

SelIsiKeterangan
J1BulanHeader
K1Total DPK (Rp)Header
L1Jml NasabahHeader
J2:J13Jan, Feb, Mar, Apr, Mei, Jun, Jul, Agt, Sep, Okt, Nov, DesIsi bulan satu per satu
K2:K13Data DPK fiktif 12 bulanBuat angka yang masuk akal dan menunjukkan tren naik dengan sedikit fluktuasi
L2:L13Data jumlah nasabah fiktifMulai dari 16, naik bertahap hingga 20

Contoh data tren fiktif yang masuk akal (sesuaikan angka agar konsisten dengan data Anda):

BulanTotal DPK (Rp)Jml Nasabah
Jan72.000.00016
Feb75.500.00017
Mar74.000.00017
Apr78.000.00018
Mei82.000.00019
Jun85.000.00019
Jul83.500.00019
Agt87.000.00020
Sep86.500.00020
Okt89.000.00021
Nov91.000.00022
Des(= nilai dari Laporan_Rekap)(= nilai dari Laporan_Rekap)

Penting: Nilai bulan Desember harus konsisten dengan total DPK dan jumlah nasabah yang ada di Laporan_Rekap — ini adalah contoh nyata prinsip tabayyun (verifikasi konsistensi data).


Langkah 2 (10 menit) — Buat KPI Cards di Bagian Atas Dashboard

Di sel A1 hingga E6 sheet Dashboard, buat area KPI:

  1. Judul Dashboard:

    • Sel A1:H1 → merge dan ketik: DASHBOARD KINERJA NASABAH — BANK SYARIAH NUSANTARA
    • Format: Bold, font 14pt, background warna gelap (hijau tua / biru tua), teks putih
  2. Sub-judul:

    • Sel A2:H2 → merge → ketik: Cabang Pekalongan | Per: lalu sambungkan dengan formula tanggal: =TEXT(TODAY();"MMMM YYYY")
  3. KPI Card 1 — Total Nasabah (sel A4:B6):

    • Merge sel → ketik label Total Nasabah (bold, center)
    • Di bawahnya: =Laporan_Rekap!B6 (angka besar, bold, center, font 18pt)
    • Di bawahnya: =Laporan_Rekap!B7 & " Aktif" (teks kecil, hijau)
  4. KPI Card 2 — Total DPK (sel C4:E6):

    • Label: Total DPK
    • Nilai: =Laporan_Rekap!B13 — format Rupiah
  5. KPI Card 3 — Rata-rata Saldo (sel F4:H6):

    • Label: Rata-rata Saldo
    • Nilai: =Laporan_Rekap!B16 — format Rupiah
  6. Beri border di sekeliling setiap KPI card agar tampak seperti kotak terpisah.


Langkah 3 (15 menit) — Buat Grafik Garis: Tren DPK Bulanan

  1. Pilih sel J1:K13 (tabel data tren: Bulan + DPK)
  2. InsertChartLineLine with Markers
  3. Format:
    • Judul: Tren Pertumbuhan DPK Bulanan — 2025
    • Sumbu X: Bulan
    • Sumbu Y: Total DPK (Rp) — format angka Rupiah
    • Warna garis: hijau tua
    • Ukuran grafik: lebar ±12 cm, tinggi ±8 cm
  4. Klik grafik → seret ke posisi: baris 8 kolom A di sheet Dashboard (area kiri bawah KPI cards)

Langkah 4 (10 menit) — Buat Grafik Batang: Nasabah per Akad

  1. Di Laporan_Rekap, identifikasi sel yang berisi:

    • Label akad: "Mudharabah", "Wadiah"
    • Jumlah nasabah per akad
  2. Kembali ke sheet Dashboard — di area kosong, buat tabel bantu kecil:

    AkadJml Nasabah
    Mudharabah=Laporan_Rekap!B21
    Wadiah=Laporan_Rekap!B22
  3. Pilih tabel bantu ini → InsertChartColumn2-D Clustered Column

  4. Format:

    • Judul: Jumlah Nasabah per Jenis Akad
    • Label sumbu Y: Jumlah Nasabah
    • Tambahkan Data Labels di atas setiap batang
    • Warna: Mudharabah = hijau tua, Wadiah = hijau muda (konsisten)
  5. Seret grafik ke posisi: baris 8 kolom F (sejajar dengan grafik garis, di sisi kanan)


Langkah 5 (10 menit) — Buat Grafik Pie: Komposisi DPK per Akad

  1. Buat tabel bantu kecil di area kosong Dashboard:

    AkadTotal DPK
    Mudharabah=Laporan_Rekap!C21
    Wadiah=Laporan_Rekap!C22
  2. Pilih tabel → InsertChartPie2-D Pie

  3. Format:

    • Judul: Komposisi DPK per Jenis Akad (%)
    • Data Labels: tampilkan Category Name + Percentage (hapus Value agar tidak terlalu padat)
    • Warna: konsisten dengan grafik batang
    • Hapus legenda terpisah (sudah terwakili oleh label)
  4. Seret ke posisi: baris 20 kolom A (di bawah grafik garis)


Langkah 6 (5 menit) — Tambahkan Area Narasi/Catatan

Di area kosong (misalnya baris 20 kolom F), buat kotak teks (text box atau sel yang di-merge):

  1. Judul: 📋 CATATAN MANAJERIAL (bold)
  2. Isi dengan 3–4 poin temuan kunci berdasarkan data Anda, contoh:
    • "• Mudharabah mendominasi DPK: 59,7% dari total"
    • "• 6 nasabah (30%) berstatus tidak aktif — perlu program reaktivasi"
    • "• Tren DPK 12 bulan: pertumbuhan positif ▲ 21,5%"
    • "• Saldo terendah: Rp 100.000 — potensi churn tinggi"

Langkah 7 (5 menit) — Footer dan Finishing

  1. Di baris paling bawah dashboard → ketik: Sumber Data: Sheet Data_Nasabah & Laporan_Rekap | Dibuat oleh: [Nama] | [Tanggal]
  2. Periksa konsistensi: apakah angka di KPI cards sama dengan yang di grafik?
  3. Rapikan posisi semua grafik: align, resize agar proporsional
  4. Simpan file: Lab6_[NIM]_[Nama].xlsx

📋 PENUGASAN

TUGAS 6 — Dashboard Manajerial Lengkap
Deadline: Dikumpulkan sebelum Pertemuan ke-7
Format: File Excel (.xlsx) ATAU link Google Sheets
Catatan Penting: Ini adalah pertemuan terakhir Blok 2 sebelum UTS — dashboard ini akan menjadi salah satu bahan revisi sebelum ujian praktikum UTS


LEMBAR TUGAS 6

Nama: ________________________ | NIM: ________________________ | Tanggal: ________________________


Bagian A — Dashboard Utama (70 poin)

Sempurnakan dashboard dari kegiatan lab dengan kriteria berikut:

KriteriaPoinDetail Penilaian
KPI Cards lengkap (min. 3): Total Nasabah, Total DPK, Rata-rata Saldo10Nilai harus merujuk ke formula dari Laporan_Rekap, bukan diketik manual
Grafik Garis tren bulanan (12 bulan) — terformat dengan baik15Judul, label sumbu, label data, warna konsisten, skala Y mulai dari 0
Grafik Batang/Kolom nasabah per akad — terformat dengan baik15Judul, label nilai di atas batang, warna konsisten
Grafik Pie/Donut komposisi DPK — terformat dengan baik15Label persentase + nama kategori, tidak ada efek 3D
Area narasi/catatan manajerial berisi min. 3 poin temuan5Temuan harus relevan dengan data yang divisualisasikan
Footer: sumber data, nama pembuat, tanggal5Lengkap dan akurat
Keseluruhan tampilan profesional: konsistensi warna, font, whitespace5Tidak ada elemen yang semrawut atau saling tumpang-tindih

Bagian B — Sheet "Analisis_Visual" (30 poin)

Buat sheet keempat bernama Analisis_Visual dan jawab empat pertanyaan berikut (minimal 3–4 kalimat per jawaban):

Pertanyaan 1 (8 poin): Mengapa Anda memilih grafik garis untuk menampilkan data tren DPK bulanan, dan bukan grafik batang atau pie? Jelaskan dengan mengacu pada prinsip pemilihan grafik yang tepat.

Tuliskan jawaban di sel B2:


Pertanyaan 2 (8 poin): Identifikasi satu temuan menarik dari grafik garis tren bulanan yang Anda buat. Bulan mana yang mengalami penurunan DPK (jika ada)? Apa dugaan Anda tentang penyebabnya secara kontekstual perbankan? Bagaimana bank syariah seharusnya merespons informasi ini?

Tuliskan jawaban di sel B3:


Pertanyaan 3 (7 poin): Jika seorang Kepala Cabang menerima dashboard yang Anda buat ini, keputusan operasional apa yang paling mungkin ia ambil berdasarkan informasi yang tersaji? Sebutkan minimal dua keputusan yang spesifik.

Tuliskan jawaban di sel B4:


Pertanyaan 4 (7 poin): Jelaskan bagaimana prinsip Islam shidq (kejujuran) dan syafafiyyah (transparansi) seharusnya diterapkan dalam pembuatan dashboard untuk bank syariah. Berikan satu contoh konkret dari dashboard Anda yang mencerminkan (atau seharusnya mencerminkan) prinsip tersebut.

Tuliskan jawaban di sel B5:


Rubrik Penilaian Tugas 6

AspekSangat Baik (81–100)Baik (66–80)Cukup (56–65)Perlu Perbaikan (< 56)
Kelengkapan Elemen DashboardSemua elemen ada, terhubung ke formula (bukan diketik manual)Semua elemen ada, sebagian belum formulaSebagian elemen adaBanyak elemen tidak ada
Kualitas GrafikKetiga grafik terformat sempurna: judul, label, warna konsisten, skala jujurGrafik ada dan cukup terbaca, ada minor issueGrafik ada tapi kurang terformatGrafik tidak ada atau tidak terbaca
Konsistensi DataAngka di KPI, grafik, dan narasi sepenuhnya konsisten satu sama lainAda 1–2 inkonsistensi minorAda inkonsistensi yang cukup signifikanBanyak inkonsistensi
Kualitas Analisis TertulisAnalisis tajam, menghubungkan visual dengan keputusan manajerial dan nilai IslamAnalisis baik dengan beberapa wawasanAnalisis dangkal dan deskriptifAnalisis sangat minimal
Estetika dan ProfesionalismeDashboard terlihat profesional, warna harmonis, layout terstrukturCukup rapi dengan beberapa ketidaksempurnaanKurang rapi, tapi dapat dibacaSemrawut dan sulit dibaca

💬 BAHAN DISKUSI KELAS

Diskusi 1:

"Apakah grafik bisa 'berbohong'? Bagaimana manipulasi skala, efek 3D, atau pilihan warna dapat menyesatkan pembaca laporan — padahal angka yang disajikan secara teknis benar? Berikan contoh nyata dari dunia perbankan atau keuangan."

Diskusi 2:

"Laporan Keuangan Publikasi (LKP) yang diwajibkan OJK untuk bank umum syariah berisi ratusan halaman tabel angka yang sangat teknis. Menurut Anda, apakah bank syariah memiliki kewajiban moral (bukan hanya regulasi) untuk menyajikan informasi tersebut dalam format yang lebih mudah dipahami oleh nasabah awam? Jika ya, apa bentuknya?"

Diskusi 3 (Studi Kasus):

"Anda adalah staf perencanaan di sebuah bank syariah. Kepala Divisi meminta Anda membuat grafik pertumbuhan DPK untuk dipresentasikan kepada dewan komisaris. Data aktual menunjukkan pertumbuhan 2,3% — angka yang di bawah target 5%. Kepala Divisi menyarankan agar sumbu Y grafik dimulai dari angka 80 juta (bukan dari 0) agar pertumbuhan 'terlihat lebih signifikan'. Apa yang akan Anda lakukan? Kaitkan dengan nilai shidq, amanah, dan tanggung jawab profesional seorang bankir syariah."


📝 RINGKASAN MATERI

Berikut adalah poin-poin kunci dari Pertemuan 6 yang wajib dikuasai:

1. Visualisasi Data = MIS yang Berbicara Grafik dan dashboard mengubah angka laporan rekap menjadi informasi yang dapat langsung dipahami dan ditindaklanjuti oleh pengambil keputusan. Ini adalah tahap akhir dari rantai: Data → Informasi → Visualisasi → Keputusan.

2. Empat Prinsip Visualisasi Baik: Jelas, Tepat, Bersih, Jujur Keempat prinsip ini harus terpenuhi sekaligus. Grafik yang indah tetapi tidak jelas, atau akurat tetapi tidak jujur, sama-sama gagal menjalankan fungsinya sebagai alat komunikasi manajerial.

3. Tiga Pasangan Grafik–Pertanyaan yang Wajib Dikuasai

  • "Membandingkan apa?" → Grafik Batang/Kolom
  • "Tren ke mana?" → Grafik Garis (dengan sumbu X berupa waktu)
  • "Berapa porsinya?" → Grafik Pie/Donut (maksimal 6 kategori)

4. Dashboard Efektif = KPI Cards + Grafik + Narasi Dashboard bukan sekadar kumpulan grafik — ia adalah satu halaman yang terintegrasi, menjawab pertanyaan kunci manajemen dalam sekali pandang, dengan KPI cards di atas, grafik di tengah, dan narasi/catatan di bawah.

5. Konsistensi Data adalah Kewajiban, Bukan Pilihan Setiap angka di dashboard — dari KPI cards, grafik, hingga narasi — harus merujuk ke sumber data yang sama dan menunjukkan nilai yang konsisten. Inkonsistensi adalah tanda ada kesalahan formula atau data yang belum terdeteksi.

6. Visualisasi yang Jujur adalah Kewajiban Moral, bukan Sekadar Teknis Sumbu Y yang dimulai dari 0, tidak ada efek 3D, judul yang netral — ini bukan sekadar "best practice" desain, melainkan manifestasi shidq (kejujuran) yang diperintahkan Islam. Manipulasi visual dalam laporan perbankan adalah bentuk penipuan kepada pemangku kepentingan.


📖 REFERENSI PERTEMUAN 6

Referensi Utama (Wajib)

NoSumber
1Few, S. (2006). Information Dashboard Design: The Effective Visual Communication of Data. Sebastopol, CA: O'Reilly Media.
2Tufte, E.R. (2001). The Visual Display of Quantitative Information (2nd Ed.). Cheshire, CT: Graphics Press.
3Laudon, K.C., & Laudon, J.P. (2022). Management Information Systems: Managing the Digital Firm (17th Ed., Chapter 6: "Foundations of Business Intelligence" & Chapter 12: "Enhancing Decision Making"). New Jersey: Pearson.

Referensi Spreadsheet dan Visualisasi

NoSumber
4Microsoft Support. Create a chart in Excel. https://support.microsoft.com/en-us/office/create-a-chart-from-start-to-finish-0baf399e-dd61-4e18-8a73-b3fd5d5680c2 (opens in a new tab)
5Microsoft Support. Available chart types in Office. https://support.microsoft.com/en-us/office/available-chart-types-in-office-a6187218-807e-4103-9e0a-27cdb19afb90 (opens in a new tab)
6Google Workspace Learning Center. Add & edit a chart or graph in Google Sheets. https://support.google.com/docs/answer/63824 (opens in a new tab)

Referensi Perbankan Syariah

NoSumber
7OJK. Laporan Statistik Perbankan Syariah (LSPS) — Terbaru. https://www.ojk.go.id/id/data-dan-statistik (opens in a new tab) — sebagai contoh laporan visual resmi perbankan syariah Indonesia
8OJK. (2023). Roadmap Pengembangan Perbankan Syariah Indonesia 2023–2027. Jakarta: OJK.
9Bank Syariah Indonesia. Laporan Tahunan 2023 — Bagian Dashboard Kinerja. https://ir.bankbsi.co.id (opens in a new tab)

Referensi Nilai Islam

NoSumber
10Q.S. Al-Baqarah: 283 — Tentang larangan menyembunyikan kesaksian/kebenaran dalam pelaporan.
11Q.S. Al-Hujurat: 6 — Tentang kewajiban tabayyun (verifikasi) sebelum menyebarkan informasi.
12Q.S. Al-Mutaffifin: 1–3 — Tentang orang yang curang dalam timbangan — relevan untuk manipulasi skala/data.
13Qardawi, Y. (2010). Norma dan Etika Ekonomi Islam (Bab Kejujuran dan Transparansi dalam Bisnis). Jakarta: Gema Insani Press.

Refleksi Mahasiswa (10 Menit Terakhir)

Di akhir pertemuan, luangkan 10 menit untuk menjawab tiga pertanyaan berikut di buku catatan Anda (tidak dikumpulkan):

  1. Dari tiga grafik yang Anda buat hari ini — mana yang menurut Anda paling efektif dalam menyampaikan informasi kepada pimpinan? Apa yang membuat grafik itu lebih komunikatif dibanding yang lain?
  2. Jika Anda diminta membuat satu grafik keempat untuk melengkapi dashboard, grafik apa yang akan Anda tambahkan dan data apa yang akan Anda tampilkan? Mengapa pilihan tersebut relevan bagi manajemen bank syariah?
  3. Kaitkan dengan pengalaman Anda sebagai nasabah bank: pernahkah Anda melihat laporan keuangan atau laporan kinerja bank yang divisualisasikan dengan baik (atau buruk)? Bank apa? Apa yang bisa diperbaiki?

🔗 KONEKSI KE PERTEMUAN BERIKUTNYA

Pertemuan 7 akan membahas:

  • Sistem Pendukung Keputusan (DSS) di Perbankan Syariah: bagaimana data yang sudah kita kelola dan visualisasikan dapat digunakan untuk mendukung keputusan yang lebih kompleks — khususnya dalam analisis kelayakan pembiayaan (credit scoring)
  • Praktikum Lab: simulasi skoring pembiayaan murabahah menggunakan template Excel berbasis prinsip 5C + prinsip syariah — mahasiswa akan "berperan" sebagai analis pembiayaan yang harus memutuskan kelayakan 3 calon debitur fiktif
  • Pertemuan 7 adalah pertemuan terakhir sebelum UTS (Pertemuan 8) — jadi pastikan semua materi Blok 1 & 2 sudah dipahami dengan baik

Persiapan untuk Pertemuan 7:

  • Kumpulkan Tugas 6 (dashboard) sebelum pertemuan dimulai
  • Simpan file Lab6 — referensi kemampuan spreadsheet Anda yang akan dinilai saat UTS praktikum
  • Cari tahu: apa itu "5C" dalam analisis pembiayaan bank (Character, Capacity, Capital, Collateral, Condition)? Bagaimana 5C ini berbeda dengan analisis pembiayaan syariah yang juga mempertimbangkan aspek kehalalannya?
  • Baca: Karim, A.A. (2014) — Bab Analisis Pembiayaan, atau Antonio, M.S. (2001) — Bab Pembiayaan Syariah

Modul ini disusun berdasarkan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Mata Kuliah Sistem Informasi Manajemen, Program Studi Perbankan Syariah, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti) Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023.


© FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan — Program Studi Perbankan Syariah