đŸĻ Sistem Informasi Manajemen
🎓 Pertemuan
Pertemuan 4: Manajemen Data & Tabel Spreadsheet

MODUL PEMBELAJARAN

Sistem Informasi Manajemen (SIM)

Pertemuan ke-4: Manajemen Data dan Tabel Spreadsheet


Program Studi: Perbankan Syariah — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
Institut: UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
Semester: IV (Empat) | SKS: 2 SKS
Bobot Pertemuan: 3%
Alokasi Waktu: 100 Menit (35 menit teori + 55 menit lab + 10 menit refleksi)


đŸŽ¯ CAPAIAN PEMBELAJARAN

Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang Dibebankan

KodeDomainDeskripsi
CPL-2PengetahuanMenguasai konsep dan prinsip dasar sistem informasi manajemen serta penerapannya dalam pengambilan keputusan di lembaga keuangan syariah
CPL-3Keterampilan UmumMampu menganalisis informasi secara kritis dan menggunakannya untuk memecahkan permasalahan manajerial di perbankan syariah
CPL-4Keterampilan KhususMampu mengoperasikan perangkat teknologi informasi dasar, mengolah data sederhana, serta mengevaluasi kinerja dan tata kelola sistem informasi di lembaga keuangan syariah sesuai regulasi OJK dan Bank Indonesia

Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)

CPMK-3: Mahasiswa mampu menggunakan perangkat lunak perkantoran (Excel/Google Sheets) untuk mengelola dan menyajikan data perbankan secara sederhana (C3 — Menerapkan)

Sub-CPMK Pertemuan Ini

Mahasiswa mampu menjelaskan konsep basis data dan prinsip-prinsip kualitas data, sekaligus mempraktikkan pembuatan dan pengelolaan tabel data perbankan yang terstruktur menggunakan Microsoft Excel atau Google Sheets — meliputi format tabel, freeze panes, dan filter data.

Indikator Ketercapaian

  • ☐ Mahasiswa dapat menjelaskan konsep basis data: tabel, record, field, dan primary key
  • ☐ Mahasiswa dapat mengidentifikasi dan menilai kualitas data berdasarkan empat dimensi (akurasi, kelengkapan, konsistensi, ketepatan waktu)
  • ☐ Mahasiswa dapat membuat tabel data nasabah fiktif yang rapi dan terstruktur di Excel/Google Sheets
  • ☐ Mahasiswa dapat menerapkan format tabel, freeze panes, validasi data, dan filter secara mandiri
  • ☐ Mahasiswa dapat mengaitkan pentingnya kualitas data dengan prinsip shidq (kejujuran) dan amanah dalam pengelolaan data nasabah bank syariah

🔗 KAITAN DENGAN PERTEMUAN SEBELUMNYA

Ingat dari Pertemuan 1–3: Kita telah memahami bahwa data adalah salah satu dari enam komponen utama SIM dan merupakan bahan baku dari seluruh sistem informasi. Di Pertemuan 3, kita melihat bagaimana data nasabah masuk ke CBS melalui berbagai kanal, diproses, dan menghasilkan output berupa laporan. Namun pertanyaan pentingnya: bagaimana data itu disimpan, diorganisasikan, dan dijaga kualitasnya sebelum diproses?

Di Pertemuan 4 ini, kita memasuki Blok 2 — Manajemen dan Pengolahan Data. Kita akan memahami fondasi teori basis data dan langsung mempraktikkan pengelolaan data sederhana menggunakan spreadsheet — alat yang paling umum digunakan di kantor perbankan untuk laporan operasional sehari-hari.


đŸ—ēī¸ PETA KONSEP MATERI

PERTEMUAN 4 — MANAJEMEN DATA DAN TABEL SPREADSHEET
│
├── A. KONSEP DASAR BASIS DATA
│   ├── Definisi basis data dan sistem manajemen basis data (DBMS)
│   ├── Struktur basis data: tabel, record (baris), field (kolom)
│   ├── Primary key, foreign key, dan relasi antar tabel
│   └── Basis data di bank syariah: contoh nyata dan strukturnya
│
├── B. KUALITAS DATA: FONDASI INFORMASI YANG ANDAL
│   ├── Empat dimensi kualitas data (Akurasi, Kelengkapan, Konsistensi, Tepat Waktu)
│   ├── Dampak data buruk bagi bank syariah: operasional, regulasi, reputasi
│   ├── Siklus hidup data: penciptaan → penyimpanan → penggunaan → penghapusan
│   └── Perlindungan data nasabah: UU PDP dan regulasi OJK
│
├── C. SPREADSHEET SEBAGAI ALAT MANAJEMEN DATA SEDERHANA
│   ├── Posisi spreadsheet vs. DBMS profesional
│   ├── Prinsip tabel yang baik dalam spreadsheet
│   └── Kesalahan umum dalam pengelolaan data di spreadsheet
│
└── D. NILAI ISLAM DALAM MANAJEMEN DATA
    ├── Shidq: kejujuran dalam pencatatan data
    ├── Amanah: menjaga kerahasiaan data nasabah
    └── Q.S. Al-Baqarah: 282 — perintah mencatat dengan benar

📚 URAIAN MATERI POKOK


A. KONSEP DASAR BASIS DATA

A.1 Apa Itu Basis Data?

Basis data (database) adalah kumpulan data yang terorganisasi secara sistematis sehingga dapat diakses, dikelola, diperbarui, dan diambil kembali dengan mudah dan efisien. Basis data bukan sekadar kumpulan file — melainkan sebuah sistem yang dirancang agar data saling terhubung, tidak redundan, dan mudah diinterpretasikan.

Laudon & Laudon (2022): "A database is a collection of data organized to serve many applications efficiently by centralizing the data and controlling redundant data."

McLeod & Schell (2008): "Database adalah suatu koleksi data komputer yang terintegrasi, diorganisasikan, dan disimpan dengan cara yang memudahkan pengambilan kembali."

Analogi sederhana: Bayangkan sebuah lemari arsip besar di kantor bank syariah. Setiap laci berisi folder-folder nasabah. Setiap folder (= record) berisi informasi tertentu: nama, alamat, nomor rekening, saldo. Basis data digital bekerja dengan cara yang sama — hanya jauh lebih cepat, lebih rapi, dan dapat diakses oleh ribuan pengguna secara bersamaan.


A.2 Sistem Manajemen Basis Data (DBMS)

DBMS (Database Management System) adalah perangkat lunak yang digunakan untuk membuat, mengelola, dan mengakses basis data. DBMS berperan sebagai "perantara" antara pengguna dan data yang tersimpan.

KomponenPeranContoh di Bank Syariah
DBMSMengelola penyimpanan dan akses dataOracle Database, IBM Db2, MySQL
Basis DataTempat data tersimpan secara terstrukturDatabase nasabah, transaksi, pembiayaan
Aplikasi PenggunaAntarmuka yang digunakan staf/nasabahCBS, mobile banking, portal teller
Administrator Basis Data (DBA)Staf IT yang bertanggung jawab atas basis dataDatabase Administrator di Divisi IT bank

Keunggulan DBMS dibanding Pengelolaan Manual (File Spreadsheet):

AspekPengelolaan Manual (Excel/File)DBMS Profesional
KapasitasTerbatas (jutaan baris, rentan lambat)Tidak terbatas (miliaran record)
Akses BersamaanSatu pengguna sekaligusRibuan pengguna secara bersamaan
KeamananMinimal (password file)Hak akses berlapis per pengguna
Integritas DataMudah terjadi duplikasi/inkonsistensiAturan integritas ditegakkan otomatis
Backup & RecoveryManual, rawan kehilangan dataOtomatis, terenkripsi, real-time
Cocok untukLaporan operasional, analisis sederhanaSistem inti (core banking), data center

Catatan untuk Mahasiswa: Di perkuliahan ini, kita akan menggunakan spreadsheet (Excel/Google Sheets) sebagai alat belajar manajemen data. Meskipun spreadsheet bukan pengganti DBMS profesional, pemahaman prinsip-prinsipnya — struktur tabel, kualitas data, relasi — langsung berlaku pula dalam DBMS manapun.


A.3 Struktur Basis Data: Tabel, Record, Field

Basis data relasional (yang paling umum digunakan) mengorganisasikan data dalam bentuk tabel yang terdiri dari baris dan kolom:

TABEL: DATA_NASABAH
┌────────────â”Ŧ──────────────────â”Ŧ───────────â”Ŧ────────────â”Ŧ──────────â”Ŧ─────────────┐
│ No_Rekening│ Nama_Nasabah     │ NIK       │ Jenis_Akad │ Saldo    │ Status      │
│ (PK)       │                  │           │            │          │             │
├────────────â”ŧ──────────────────â”ŧ───────────â”ŧ────────────â”ŧ──────────â”ŧ─────────────┤
│ 7100001234 │ Ahmad Fauzi      │ 3310...   │ Mudharabah │ 5.200.000│ Aktif       │
│ 7100002345 │ Siti Rahmawati   │ 3371...   │ Wadiah     │ 750.000  │ Aktif       │
│ 7100003456 │ Budi Santoso     │ 3374...   │ Mudharabah │ 12.500.000│ Tidak Aktif│
│ ...        │ ...              │ ...       │ ...        │ ...      │ ...         │
└────────────┴──────────────────┴───────────┴────────────┴──────────┴─────────────┘
     ▲               ▲
     │               │
  PRIMARY KEY     FIELD/KOLOM
  (Kunci Unik)

Istilah-Istilah Kunci:

IstilahDefinisiContoh di Bank Syariah
Tabel (Table)Kumpulan data sejenis dalam baris dan kolomTabel Nasabah, Tabel Transaksi, Tabel Pembiayaan
Baris / RecordSatu entri data yang lengkap (satu objek)Data satu nasabah: Ahmad Fauzi dengan semua atributnya
Kolom / FieldSatu atribut atau karakteristik yang sama untuk semua recordKolom "Jenis Akad" berisi jenis akad setiap nasabah
Primary Key (PK)Field yang nilainya unik untuk setiap record — tidak boleh sama, tidak boleh kosongNomor Rekening: setiap nasabah punya nomor berbeda
Foreign Key (FK)Field di satu tabel yang merujuk ke primary key tabel lainNo_Rekening di Tabel Transaksi merujuk ke Tabel Nasabah
IndeksPenanda khusus untuk mempercepat pencarian dataIndeks pada kolom NIK agar pencarian nasabah lebih cepat

A.4 Relasi Antar Tabel di Bank Syariah

Basis data bank syariah tidak terdiri dari satu tabel saja, melainkan banyak tabel yang saling berelasi. Konsep ini disebut Basis Data Relasional (Relational Database).

Contoh relasi antar tiga tabel utama:

TABEL: DATA_NASABAH          TABEL: REKENING               TABEL: TRANSAKSI
┌──────────────┐              ┌──────────────┐              ┌──────────────────┐
│ NIK (PK)     │──────────┐   │ No_Rek (PK)  │──────────┐   │ ID_Transaksi (PK)│
│ Nama         │          └──â–ļ│ NIK (FK)     │          └──â–ļ│ No_Rek (FK)      │
│ Alamat       │              │ Jenis_Akad   │              │ Tanggal          │
│ Tanggal_Lahir│              │ Tanggal_Buka │              │ Jenis_Transaksi  │
│ No_HP        │              │ Status       │              │ Nominal          │
└──────────────┘              └──────────────┘              └──────────────────┘

Mengapa relasi ini penting?

Tanpa relasi, data nasabah harus diulang di setiap baris transaksi — mengakibatkan redundansi besar-besaran. Bayangkan jika nama "Ahmad Fauzi" harus ditulis ulang di setiap dari 500 transaksinya! Dengan relasi, nama tersebut hanya disimpan sekali di Tabel Nasabah, lalu dirujuk menggunakan foreign key (NIK) di tabel-tabel lain. Ini membuat data lebih efisien, konsisten, dan mudah diperbarui.


A.5 Contoh Struktur Basis Data di Bank Syariah

Bank syariah memiliki puluhan hingga ratusan tabel dalam basis datanya. Berikut adalah gambaran sebagian tabel-tabel utama:

Nama TabelIsi UtamaPrimary KeyContoh Field
TB_NASABAHData identitas nasabahNIKNama, Alamat, Tanggal Lahir, No HP, Email
TB_REKENINGData rekening simpananNo_RekeningJenis Akad, Nisbah, Saldo, Tanggal Buka
TB_TRANSAKSIRiwayat transaksiID_TransaksiTanggal, Jenis, Nominal, No Rek Asal/Tujuan
TB_PEMBIAYAANData akad pembiayaanNo_PembiayaanJenis Akad, Plafon, Margin, Tenor, Angsuran
TB_ANGSURANJadwal & riwayat angsuranID_AngsuranTanggal Jatuh Tempo, Nominal, Status Bayar
TB_AGUNANData agunan pembiayaanID_AgunanJenis, Nilai, Nomor Sertifikat, Lokasi
TB_PEGAWAIData karyawan bankNIP_PegawaiNama, Jabatan, Cabang, Hak Akses Sistem
TB_CABANGData kantor cabangKode_CabangNama, Alamat, Wilayah, Kepala Cabang

B. KUALITAS DATA: FONDASI INFORMASI YANG ANDAL

B.1 Mengapa Kualitas Data Sangat Kritis di Bank Syariah?

Kualitas data adalah tingkat keandalan data untuk digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Prinsip populer dalam ilmu komputer berlaku sepenuhnya di perbankan:

"Garbage In, Garbage Out (GIGO)" — jika data yang masuk ke dalam sistem berkualitas buruk (tidak akurat, tidak lengkap, inkonsisten), maka informasi yang dihasilkan pun tidak dapat diandalkan, dan keputusan yang diambil berdasarkan informasi tersebut berpotensi keliru.

Dampak konkret data berkualitas buruk di bank syariah:

Jenis Masalah DataDampak OperasionalDampak RegulasiDampak Nasabah
Saldo tidak akuratTeller tidak bisa memproses transaksiLaporan keuangan ke OJK salahNasabah dirugikan / tidak percaya
NIK nasabah ganda/salahSistem tidak bisa verifikasi identitasMelanggar ketentuan KYC (Know Your Customer)Nasabah tidak bisa transaksi
Alamat kadaluarsaSurat penting tidak sampaiLaporan AML salah alamatNasabah tidak menerima notifikasi
Format tanggal inkonsistenSistem tidak bisa menghitung usia/jatuh tempoLaporan SLIK ke OJK errorAngsuran tidak terhitung tepat
No HP tidak validOTP tidak terkirim—Nasabah tidak bisa mobile banking

B.2 Empat Dimensi Kualitas Data

Para ahli manajemen informasi mengidentifikasi empat dimensi utama kualitas data yang harus terpenuhi secara bersamaan:

Dimensi 1 — Akurasi (Accuracy)

Data dikatakan akurat jika nilainya benar dan sesuai dengan kondisi nyata.

Contoh Data AkuratContoh Data Tidak Akurat
Saldo Rp5.200.000 sesuai dengan mutasi transaksiSaldo tercatat Rp5.200.000 padahal seharusnya Rp52.000.000 (kesalahan input)
NIK 3310012304870001 sesuai KTP nasabahNIK tertukar antara dua nasabah yang namanya mirip
Nama "Ahmad Fauzi bin Hasan"Nama "Ahmad Fauzy bin Hasan" (salah eja)

Dimensi 2 — Kelengkapan (Completeness)

Data dikatakan lengkap jika semua field yang diperlukan terisi — tidak ada informasi penting yang hilang.

FieldWajib Diisi?Konsekuensi Jika Kosong
NIK✅ WajibTidak dapat verifikasi identitas nasabah, melanggar KYC
Nomor HP✅ WajibOTP tidak dapat dikirim, tidak bisa mobile banking
Alamat✅ WajibSurat penting tidak dapat dikirim
Email⭕ OpsionalNotifikasi digital tidak berjalan optimal
Keterangan Khusus⭕ OpsionalTidak berdampak serius

Dimensi 3 — Konsistensi (Consistency)

Data dikatakan konsisten jika format dan representasinya seragam di seluruh sistem dan tidak saling bertentangan.

Contoh InkonsistensiDampaknya
Tanggal: 01/01/2024 vs 1 Januari 2024 vs 2024-01-01Sistem tidak bisa mengurutkan atau menghitung selisih hari
Jenis akad: Mudharabah vs mudharabah vs MUDHARABAH vs MDBFilter dan laporan tidak akurat
Nominal: 5.200.000 vs 5200000 vs 5,200,000Kesalahan perhitungan total DPK
Status: Aktif vs A vs 1 vs activeSistem tidak bisa memfilter nasabah aktif dengan benar

Dimensi 4 — Ketepatan Waktu (Timeliness)

Data dikatakan tepat waktu jika tersedia dan diperbarui saat dibutuhkan — bukan sudah kadaluarsa atau terlambat.

Contoh Masalah TimelinessDampak
Alamat nasabah masih data dari 5 tahun laluSurat peringatan pembiayaan tidak sampai
Laporan NPF masih data bulan lalu saat dibutuhkan hari iniKomite pembiayaan mengambil keputusan berdasarkan data usang
Data nilai agunan tidak diperbarui sejak 3 tahun laluBank over-eksposur terhadap risiko karena nilai agunan mungkin sudah turun

B.3 Siklus Hidup Data (Data Lifecycle)

Data di bank syariah tidak sekadar disimpan selamanya — ia memiliki siklus hidup yang harus dikelola dengan baik:

   1. PENCIPTAAN          2. PENYIMPANAN         3. PENGGUNAAN
   ─────────────          ──────────────         ─────────────
   Data nasabah   ──â–ļ    Tersimpan di CBS  ──â–ļ  Diakses teller,
   pertama kali          dengan backup          manajer, OJK,
   dimasukkan            terjadwal              DPS, auditor
         │
         │ (Validasi input)
         â–ŧ
   4. PEMELIHARAAN        5. PENGARSIPAN         6. PENGHAPUSAN
   ───────────────        ──────────────         ─────────────
   Diperbarui saat  ──â–ļ  Data lama dipindah ──â–ļ Data dihapus
   ada perubahan         ke storage arsip       sesuai kebijakan
   (pindah alamat,       (rekening tutup        retensi data
   perubahan nisbah)     > 5 tahun lalu)        dan regulasi

Regulasi Penyimpanan Data Nasabah:

Berdasarkan regulasi OJK dan UU Perbankan, bank syariah wajib menyimpan:

  • Dokumen pembukaan rekening: minimal 5 tahun setelah rekening ditutup
  • Rekam transaksi: minimal 5 tahun
  • Dokumen pembiayaan: selama pembiayaan berlangsung + minimal 10 tahun setelah lunas
  • Data audit trail sistem: minimal 5 tahun

B.4 Perlindungan Data Nasabah: Regulasi yang Wajib Diketahui

Pengelolaan data nasabah tidak hanya soal teknis — tetapi juga kewajiban hukum yang tegas:

RegulasiSubstansi PokokRelevansi bagi Bank Syariah
UU No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP)Hak subjek data, kewajiban pengendali data, sanksi pidana pelanggaranBank syariah sebagai pengendali data wajib melindungi data nasabah; pelanggaran dapat berujung pidana
POJK No. 6/POJK.07/2022 tentang Perlindungan KonsumenLarangan menyalahgunakan data nasabah, kewajiban keamanan informasiBank dilarang membagikan data nasabah kepada pihak ketiga tanpa persetujuan
POJK No. 38/POJK.03/2016 (diperbarui dengan POJK 13/2020) tentang Manajemen Risiko TIKewajiban sistem keamanan data, audit berkala, insiden siberBank harus memiliki kebijakan tertulis perlindungan data nasabah

C. SPREADSHEET SEBAGAI ALAT MANAJEMEN DATA SEDERHANA

C.1 Posisi Spreadsheet dalam Ekosistem Data Perbankan

Meskipun bank syariah menggunakan DBMS profesional untuk sistem inti (core banking), spreadsheet tetap digunakan secara luas di tingkat operasional kantor untuk:

  • Laporan harian cabang yang dibuat supervisor
  • Rekapitulasi manual data tertentu oleh staf
  • Analisis data yang diekspor dari CBS
  • Perhitungan proyeksi dan simulasi oleh manajer

Oleh karena itu, kemampuan mengelola data di Excel/Google Sheets adalah kompetensi dasar yang wajib dimiliki setiap calon bankir syariah.


C.2 Prinsip Tabel yang Baik dalam Spreadsheet

Agar spreadsheet dapat berfungsi layaknya basis data mini yang terstruktur, ada beberapa prinsip yang harus diikuti:

Prinsip 1 — Satu Tabel, Satu Topik Jangan mencampur data yang berbeda topik dalam satu tabel. Data nasabah di satu sheet, data transaksi di sheet lain.

Prinsip 2 — Baris Pertama adalah Header (Judul Kolom) Baris pertama tabel selalu berisi nama kolom yang jelas dan deskriptif. Jangan ada baris kosong di antara header dan data.

❌ SALAH:                          ✅ BENAR:
┌───────────────────────┐          ┌──────────â”Ŧ────────────────â”Ŧ────────┐
│ DATA NASABAH BSI 2025 │          │ No_Rek   │ Nama_Nasabah   │ Saldo  │
│ (judul di baris 1)    │          ├──────────â”ŧ────────────────â”ŧ────────┤
│                       │          │71000001  │ Ahmad Fauzi    │5200000 │
│ No_Rek  │ Nama  │Saldo│          │71000002  │ Siti Rahma     │750000  │
│ ...     │ ...   │ ...│          └──────────┴────────────────┴────────┘
└───────────────────────┘

Prinsip 3 — Satu Sel, Satu Informasi Jangan menggabungkan dua informasi berbeda dalam satu sel.

❌ SALAH:                    ✅ BENAR:
┌────────────────────┐       ┌────────────â”Ŧ─────────────┐
│ Nama & Alamat      │       │ Nama       │ Alamat      │
├────────────────────┤       ├────────────â”ŧ─────────────┤
│ Ahmad / Semarang   │       │ Ahmad      │ Semarang    │
└────────────────────┘       └────────────┴─────────────┘

Prinsip 4 — Format Data Konsisten di Setiap Kolom

Jenis DataFormat yang Dianjurkan
TanggalDD/MM/YYYY (pilih satu, konsisten)
Nominal RupiahFormat Accounting dengan pemisah ribuan
Nomor RekeningFormat Teks (bukan angka) agar tidak terpotong
StatusPilih dari daftar tetap: "Aktif" / "Tidak Aktif"
Jenis AkadPilih dari daftar tetap: "Mudharabah" / "Wadiah" / dll.

Prinsip 5 — Hindari Sel yang Digabungkan (Merge Cells) di Area Data Merge cells hanya boleh digunakan untuk judul/header tabel — tidak pernah di dalam area data, karena akan merusak fitur sort, filter, dan formula.

Prinsip 6 — Kolom Pertama sebagai Pengenal Unik (Layaknya Primary Key) Tempatkan kolom pengenal unik (nomor rekening, NIK, ID transaksi) di kolom pertama tabel.


C.3 Fitur-Fitur Excel/Google Sheets yang Wajib Dikuasai

Fitur 1 — Format Tabel (Table Formatting)

Mengubah rentang data biasa menjadi "Tabel" resmi di Excel memberikan manfaat otomatis:

  • Header tetap terlihat saat di-scroll (di Google Sheets perlu freeze manual)
  • Warna baris bergantian (banded rows) untuk kemudahan membaca
  • Filter otomatis aktif di setiap header
  • Formula otomatis ter-extend ke baris baru

Cara membuat di Excel: Pilih data → Insert → Table → centang My table has headers → OK
Cara membuat di Google Sheets: Pilih data → Format → Alternating colors → pilih skema warna


Fitur 2 — Freeze Panes (Kunci Baris/Kolom)

Freeze panes mengunci baris atau kolom tertentu agar tetap terlihat saat kita men-scroll ke bawah atau ke kanan — sangat berguna saat tabel panjang dengan banyak data.

Cara di Excel: Klik sel di bawah baris yang ingin dikunci (misal: klik sel A2 untuk mengunci baris 1) → View → Freeze Panes → Freeze Top Row
Cara di Google Sheets: View → Freeze → 1 row (untuk mengunci baris pertama)


Fitur 3 — Filter Data

Filter memungkinkan kita menampilkan hanya data yang memenuhi kriteria tertentu — tanpa menghapus data lainnya.

Cara mengaktifkan di Excel: Klik header tabel → Data → Filter
Cara mengaktifkan di Google Sheets: Data → Create a filter

Setelah filter aktif, akan muncul ikon â–ŧ di setiap header kolom. Klik ikon itu untuk memilih kriteria filter.

Contoh penggunaan filter di bank syariah:

  • Filter kolom "Jenis Akad" = "Mudharabah" → menampilkan hanya nasabah tabungan mudharabah
  • Filter kolom "Status" = "Tidak Aktif" → menampilkan nasabah yang rekeningnya tidak aktif
  • Filter kolom "Kota" = "Pekalongan" → menampilkan nasabah dari cabang Pekalongan

Fitur 4 — Validasi Data (Data Validation)

Validasi data membatasi jenis atau nilai yang dapat dimasukkan ke dalam sel — mencegah kesalahan input sejak awal.

Cara di Excel: Pilih kolom yang ingin divalidasi → Data → Data Validation
Cara di Google Sheets: Pilih kolom → Data → Data validation

Contoh penerapan validasi data di tabel nasabah:

KolomJenis ValidasiPengaturanTujuan
Jenis AkadDaftar pilihan (List)Mudharabah; Wadiah; GiroMencegah variasi penulisan (mudharabah vs Mudharabah)
StatusDaftar pilihanAktif; Tidak Aktif; DormantMencegah penulisan bebas yang tidak konsisten
SaldoAngka (Number)â‰Ĩ 0 (tidak boleh negatif)Mencegah input saldo negatif yang tidak logis
Tanggal BukaTanggal (Date)â‰Ĩ 01/01/1990 dan ≤ hari iniMencegah tanggal yang tidak masuk akal

Fitur 5 — Conditional Formatting (Format Bersyarat)

Conditional formatting mengubah tampilan sel secara otomatis berdasarkan nilainya — memudahkan identifikasi data yang perlu perhatian.

Contoh penggunaan di bank syariah:

  • Saldo < Rp100.000 → tampil dengan latar kuning (nasabah perlu diingatkan)
  • Status = "Tidak Aktif" → tampil dengan teks merah
  • Tanggal jatuh tempo angsuran < 7 hari dari hari ini → tampil dengan latar merah (perlu follow-up)

D. NILAI ISLAM DALAM MANAJEMEN DATA

D.1 Q.S. Al-Baqarah: 282 — Perintah Mencatat dengan Benar

Allah SWT berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 282:

"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu melakukan utang-piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar..."

Ayat ini — yang merupakan ayat terpanjang dalam Al-Quran — secara eksplisit memerintahkan pencatatan yang benar dalam setiap transaksi. Dalam konteks modern, ini adalah landasan Al-Qurani yang paling langsung relevan dengan praktik manajemen data perbankan syariah.

Lima pelajaran manajemen data dari Q.S. Al-Baqarah: 282:

Perintah dalam AyatPrinsip Manajemen Data Modern
"Hendaklah menuliskannya"Setiap transaksi wajib dicatat — tidak boleh ada transaksi off-record
"Dengan benar (bil 'adl)"Data harus akurat — tidak boleh ada manipulasi angka atau rekayasa data
"Janganlah penulis enggan menuliskannya"Staf wajib input data meskipun transaksinya kecil — tidak ada pengecualian
"Sebagaimana yang telah diajarkan Allah kepadanya"Data dicatat menggunakan standar dan prosedur yang sudah ditetapkan (SOP)
"Hendaklah yang berutang mendiktekan"Data harus dari sumbernya langsung — verifikasi kepada nasabah, bukan asumsi

D.2 Shidq — Kejujuran dalam Pencatatan Data

Shidq (kejujuran) dalam manajemen data berarti:

  • Tidak memanipulasi data — saldo, NPF, nilai agunan harus dicatat apa adanya
  • Tidak menduplikasi data untuk kepentingan tertentu (misal: inflasi jumlah nasabah)
  • Tidak menghapus data negatif yang seharusnya dilaporkan kepada regulator
  • Melaporkan error data segera kepada atasan alih-alih menutupinya

Dalam sejarah perbankan, banyak krisis keuangan dimulai dari manipulasi data kecil-kecilan yang akhirnya membesar. Seorang teller yang sengaja salah input nominal, seorang analis yang mengubah nilai agunan agar pembiayaan disetujui — keduanya adalah pelanggaran shidq yang dapat berujung pada kerugian masif.


D.3 Amanah — Menjaga Kerahasiaan Data Nasabah

Data nasabah adalah amanah yang dipercayakan. Setiap staf bank yang memiliki akses ke data nasabah memikul tanggung jawab moral dan hukum untuk:

  • Tidak membagikan data nasabah kepada pihak yang tidak berwenang
  • Tidak menggunakan data nasabah untuk kepentingan pribadi (insider trading, penipuan)
  • Segera melaporkan jika mencurigai adanya akses tidak sah ke data nasabah
  • Log-off dari sistem setelah selesai bekerja — tidak meninggalkan data terbuka

Rasulullah SAW bersabda: "Setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Seorang staf IT yang memegang akses ke database jutaan nasabah adalah "pemimpin" atas data tersebut. Ia akan dimintai pertanggungjawaban — di dunia melalui hukum, dan di akhirat di hadapan Allah.


D.4 Tabel Integrasi Nilai Islam dalam Manajemen Data

Prinsip Manajemen DataNilai IslamAyat / HadisImplementasi Praktis
Akurasi dataShidq (Kejujuran)Q.S. Al-Baqarah: 282Input data nasabah sesuai dokumen asli, tanpa modifikasi
Kelengkapan dataItqan (Profesionalisme)HR. BaihaqiIsi semua field yang diperlukan, jangan ada yang dikosongkan
Konsistensi formatNidham (Keteraturan)Q.S. Al-Infithar: 10–12Ikuti format standar yang telah ditetapkan SOP
Kerahasiaan dataAmanah (Kepercayaan)Q.S. An-Nisa': 58Jaga data nasabah — tidak bocor, tidak disalahgunakan
Retensi dan penghapusan data'Adalah (Keadilan)Q.S. Az-Zalzalah: 7–8Hapus data sesuai prosedur — tidak lebih cepat, tidak lebih lambat dari ketentuan

đŸ’ģ KEGIATAN LABORATORIUM

Judul Kegiatan: Membuat Database Nasabah Terstruktur di Excel / Google Sheets

Tujuan: Mahasiswa mampu membuat tabel data nasabah fiktif yang terstruktur dan berkualitas baik menggunakan Microsoft Excel atau Google Sheets — menerapkan format tabel, freeze panes, validasi data, filter, dan conditional formatting.

Alat yang Dibutuhkan:

  • Komputer laboratorium
  • Microsoft Excel atau Google Sheets (akun Gmail aktif diperlukan)

Alokasi Waktu: 55 menit


Dataset Mentah (Copy-Paste ke Spreadsheet)

Salin data berikut ke spreadsheet Anda. Data ini sengaja mengandung masalah kualitas data — tugas Anda adalah mengidentifikasi dan memperbaikinya:

NoNo_RekNamaNIKAkadTgl_BukaSaldoStatus
171000001ahmad fauzi331001...mudharabah1/1/20225200000aktif
271000002SITI RAHMAWATI337102...Wadiah2024-03-15Rp750.000Aktif
371000003Budi Santoso337403...MDB15 Maret 202312500000tidak aktif
471000001Ahmad F.331001...Mudharabah01/01/202252000001
571000005337501...Wadiah10/07/2023-50000Aktif
671000006Dewi Kartika Sari3375Wadiah30/02/20243 200 000Aktif
771000007nurul hidayah331001...wadhi'ah12/12/20238500000aktif
8081234567890Hasan Abdullah337408...Tabungan20234500000Dormant
971000009Fatimah Az-Zahra337509...Mudharabah05/06/20239200000Aktiv
1071000010R1na Wijaya_2337110... / PekalonganGiro Wadiah01/13/2024lima jutaTidak Aktif

(Mahasiswa diminta mengidentifikasi masalah sebelum memperbaiki)


Langkah-Langkah Praktikum

Langkah 1 (5 menit) — Identifikasi Masalah Kualitas Data

Sebelum membuka Excel/Sheets, cermati dataset di atas dan jawab di buku catatan:

Temukan minimal 10 masalah kualitas data dalam dataset tersebut! Klasifikasikan setiap masalah ke dalam salah satu dimensi: Akurasi / Kelengkapan / Konsistensi / Tepat Waktu.

Petunjuk: Ada masalah pada penulisan nama (huruf besar/kecil, karakter aneh), format tanggal (format campuran, tanggal tidak valid), format saldo (simbol Rp, spasi, teks alih-alih angka, negatif), kode/ejaan akad yang salah, nomor rekening duplikat/tidak valid, NIK duplikat/terlalu pendek/digabung data lain, nama kosong, status typo, dan kolom yang berisi lebih dari satu informasi.


Langkah 2 (10 menit) — Buat Tabel Baru yang Bersih

  1. Buka Excel atau Google Sheets → buat workbook/spreadsheet baru
  2. Beri nama sheet: Data_Nasabah
  3. Di baris 1, ketik header kolom berikut (satu kolom per sel, tidak di-merge):
ABCDEFGH
No_RekeningNama_NasabahNIKJenis_AkadTanggal_BukaSaldo_RpStatusKota
  1. Atur lebar kolom agar semua teks terlihat (double-click batas kolom di header)

Langkah 3 (5 menit) — Terapkan Validasi Data

Sebelum mengisi data, atur validasi untuk dua kolom penting:

Untuk kolom Jenis_Akad (kolom D):

  • Excel: Pilih kolom D (mulai D2) → Data → Data Validation → Allow: List → Source: Mudharabah,Wadiah,Giro Wadiah,Mudharabah Berjangka
  • Google Sheets: Pilih kolom D → Data → Data validation → Criteria: Dropdown → masukkan pilihan yang sama

Untuk kolom Status (kolom G):

  • Buat validasi serupa → pilihan: Aktif,Tidak Aktif,Dormant

Langkah 4 (20 menit) — Isi Data Nasabah Fiktif

Isi minimal 15 baris data nasabah fiktif dengan memperhatikan prinsip kualitas data:

  • Nama: gunakan huruf kapital di awal kata (Title Case)
  • NIK: minimal 16 digit, format teks (awali dengan tanda kutip ' di Excel agar tidak terpotong)
  • Jenis Akad: gunakan dropdown validasi — jangan ketik manual
  • Tanggal: gunakan format DD/MM/YYYY secara konsisten
  • Saldo: angka biasa tanpa tanda Rp atau titik pemisah (format dilakukan di langkah 5)
  • Status: gunakan dropdown validasi

Pastikan ada variasi: minimal 5 Mudharabah, 5 Wadiah, 3 Aktif, 3 Tidak Aktif, beberapa kota berbeda.


Langkah 5 (10 menit) — Terapkan Format Tabel dan Fitur Lanjutan

Format Tabel:

  • Excel: Pilih seluruh data (termasuk header) → Insert → Table → centang My table has headers → pilih warna template → OK
  • Google Sheets: Pilih seluruh data → Format → Alternating colors → pilih skema

Freeze Panes (Kunci Baris Header):

  • Excel: Klik sel A2 → View → Freeze Panes → Freeze Panes (bukan "Freeze Top Row")
  • Google Sheets: View → Freeze → 1 row

Format Kolom Saldo sebagai Rupiah:

  • Pilih kolom Saldo → klik kanan → Format Cells → Number → Accounting → Symbol: Rp atau None → Decimal places: 0
  • Google Sheets: Pilih kolom → Format → Number → Custom number format → ketik Rp#,##0

Aktifkan Filter:

  • Di Excel, filter sudah otomatis aktif jika menggunakan Table feature
  • Google Sheets: Data → Create a filter

Conditional Formatting — Sorot Saldo Rendah:

  • Excel: Pilih kolom Saldo → Home → Conditional Formatting → Highlight Cell Rules → Less Than → nilai 500000 → warna kuning
  • Google Sheets: Format → Conditional formatting → pilih kolom Saldo → Less than → 500000 → warna kuning

Langkah 6 (5 menit) — Uji Filter dan Simpan File

  1. Coba filter: tampilkan hanya nasabah dengan Jenis_Akad = Mudharabah → screenshot hasilnya
  2. Coba filter lain: tampilkan hanya nasabah dengan Status = Tidak Aktif
  3. Hapus semua filter (klik ikon corong / Data → Remove filter)
  4. Simpan file dengan nama: Lab4_[NIM]_[Nama].xlsx
  5. Jika Google Sheets: salin link sharing → kirim ke dosen

📋 PENUGASAN

TUGAS 4 — Laporan Spreadsheet Data Nasabah Lengkap
Deadline: Dikumpulkan sebelum Pertemuan ke-5
Format: File Excel (.xlsx) ATAU link Google Sheets yang sudah di-share + PDF refleksi singkat (1 halaman)
Pengumpulan: Via Ngaji UIN Gusdur (opens in a new tab)


LEMBAR TUGAS 4

Nama: ________________________ | NIM: ________________________ | Tanggal: ________________________


Bagian A — File Spreadsheet (70 poin)

Lengkapi dan perbaiki tabel data nasabah dari kegiatan lab dengan ketentuan:

KriteriaPoinDetail
Minimal 20 baris data nasabah (lebih dari di lab)15Tambah 5 baris baru dari yang dibuat di lab
Tambahkan kolom: No_HP dan Email10Isi dengan data fiktif yang masuk akal
Validasi data aktif dan berfungsi pada kolom Jenis Akad & Status10Tunjukkan dengan screenshot validasi aktif
Format tabel rapi: warna header, alternating rows, format Rupiah10Cek: saldo tampil sebagai angka dengan pemisah ribuan
Freeze panes aktif pada baris header5Scroll ke baris 50 — header harus tetap terlihat
Conditional formatting pada kolom Saldo10Saldo < Rp500.000 disorot kuning; > Rp10.000.000 disorot hijau
Tidak ada masalah kualitas data (akurasi, kelengkapan, konsistensi)10Periksa: tidak ada sel kosong wajib, format tanggal seragam, nama Title Case

Bagian B — Refleksi Tertulis (30 poin)

Buat sheet kedua bernama Refleksi dan isi jawaban atas tiga pertanyaan berikut (minimal 3–4 kalimat per jawaban):

Pertanyaan 1 (10 poin): Kolom apa yang Anda pilih sebagai primary key (pengenal unik) pada tabel Anda? Mengapa kolom tersebut memenuhi syarat sebagai primary key — dan mengapa kolom "Nama Nasabah" tidak cocok dijadikan primary key?

Tuliskan jawaban di sini (di sheet Refleksi):


Pertanyaan 2 (10 poin): Sebutkan dan jelaskan dua masalah kualitas data yang Anda temukan pada dataset mentah yang diberikan dosen di awal lab. Termasuk dimensi kualitas data apa masalah tersebut, dan apa dampaknya jika dibiarkan?

Tuliskan jawaban di sini (di sheet Refleksi):


Pertanyaan 3 (10 poin): Mengapa bank syariah memiliki kewajiban yang sangat ketat dalam menjaga kelengkapan dan akurasi data nasabah? Kaitkan jawaban Anda dengan minimal satu prinsip nilai Islam (dari shidq, amanah, atau itqan) dan minimal satu regulasi yang berlaku.

Tuliskan jawaban di sini (di sheet Refleksi):


Rubrik Penilaian Tugas 4

AspekSangat Baik (81–100)Baik (66–80)Cukup (56–65)Perlu Perbaikan (< 56)
Kelengkapan & Struktur TabelSemua kriteria terpenuhi, tabel sempurna dan profesionalSemua kriteria terpenuhi dengan sedikit ketidaksempurnaan minorSebagian besar kriteria terpenuhiBanyak kriteria tidak terpenuhi
Kualitas Data yang DiinputTidak ada satu pun masalah kualitas data — akurat, lengkap, konsistenAda 1–2 masalah kecil yang tidak signifikanAda 3–5 masalah kualitas dataBanyak masalah kualitas data
Penguasaan Fitur SpreadsheetSemua fitur berfungsi sempurna (validasi, freeze, CF, filter)Hampir semua fitur berfungsiSebagian fitur berfungsiFitur tidak diterapkan atau tidak berfungsi
Kedalaman Refleksi TertulisRefleksi mendalam, kritis, dan mengaitkan teori, regulasi, dan nilai IslamRefleksi baik dengan beberapa wawasan relevanRefleksi dangkal, lebih deskriptif dari analitisRefleksi sangat singkat atau tidak relevan

đŸ’Ŧ BAHAN DISKUSI KELAS

Diskusi 1:

"Jika seorang nasabah memiliki tiga rekening di bank yang sama — satu tabungan mudharabah, satu deposito, dan satu rekening giro — bagaimana cara terbaik menyimpan datanya agar tidak terjadi duplikasi informasi pribadi? Gambarkan struktur tabel yang ideal."

Diskusi 2:

"Apa bahaya 'data zombie' — data nasabah yang masih ada di sistem padahal orangnya sudah meninggal atau rekening sudah tidak aktif lebih dari 10 tahun — bagi operasional dan kepatuhan bank syariah? Dari perspektif syariah, apa kewajiban bank terhadap dana yang 'terlupakan' ini?"

Diskusi 3 (Studi Kasus):

"Pada tahun 2023, sebuah bank di Indonesia mengalami kebocoran data 15 juta nasabah yang dijual di dark web. Data yang bocor meliputi nama, NIK, alamat, dan nomor rekening. Dari perspektif UU PDP dan nilai-nilai Islam, apa kewajiban bank tersebut kepada nasabahnya? Apa yang seharusnya dilakukan: sebelum kejadian (pencegahan), saat kejadian (respons), dan setelah kejadian (pemulihan kepercayaan)?"


📝 RINGKASAN MATERI

Berikut adalah poin-poin kunci dari Pertemuan 4 yang wajib dikuasai mahasiswa:

1. Basis Data adalah Fondasi dari Semua Sistem Informasi Data yang terorganisasi dalam basis data relasional — terdiri dari tabel, record, field, dan relasi antar tabel — memungkinkan bank syariah mengelola jutaan informasi nasabah secara efisien dan konsisten.

2. Primary Key adalah Jantung Setiap Tabel Setiap tabel harus memiliki primary key — identifier unik yang tidak boleh kosong atau duplikat. Di bank syariah, ini adalah nomor rekening, NIK, ID transaksi, atau nomor pembiayaan.

3. Empat Dimensi Kualitas Data: AKKT Akurasi (benar), Kelengkapan (lengkap), Konsistensi (seragam), dan Ketepatan Waktu (up-to-date). Keempat dimensi ini harus terpenuhi sekaligus — kualitas data tidak bisa parsial.

4. "Garbage In, Garbage Out" Data berkualitas buruk menghasilkan informasi yang tidak dapat dipercaya, dan keputusan berdasarkan informasi yang tidak dapat dipercaya berpotensi merugikan nasabah, bank, dan regulator.

5. Spreadsheet bukan Pengganti DBMS, tetapi Tetap Penting Meskipun bank menggunakan DBMS profesional untuk sistem inti, spreadsheet tetap digunakan luas untuk laporan operasional. Kemampuan membuat tabel data yang terstruktur dan bersih di Excel/Sheets adalah kompetensi dasar bankir syariah.

6. Nilai Islam Melandasi Setiap Praktik Manajemen Data Q.S. Al-Baqarah: 282 memerintahkan pencatatan yang benar dan jujur. Shidq mengharuskan data akurat tanpa manipulasi. Amanah mengharuskan perlindungan kerahasiaan data nasabah. Itqan mengharuskan data dikelola dengan profesionalisme tertinggi.


📖 REFERENSI PERTEMUAN 4

Referensi Utama (Wajib)

NoSumber
1Laudon, K.C., & Laudon, J.P. (2022). Management Information Systems: Managing the Digital Firm (17th Ed., Chapter 6: "Foundations of Business Intelligence: Databases and Information Management"). New Jersey: Pearson.
2McLeod, R., & Schell, G.P. (2008). Sistem Informasi Manajemen (Edisi 10, Bab 6: Manajemen Data dan Basis Data). Jakarta: Salemba Empat.
3O'Brien, J.A., & Marakas, G.M. (2010). Management Information Systems (10th Ed., Chapter 5: "Data Resource Management"). New York: McGraw-Hill.

Referensi Regulasi (Wajib Diketahui)

NoSumber
4Republik Indonesia. (2022). Undang-Undang No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). Jakarta: Sekretariat Negara.
5OJK. (2022). Peraturan OJK No. 6/POJK.07/2022 tentang Perlindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan. Jakarta: OJK.
6OJK. (2016). Peraturan OJK No. 38/POJK.03/2016 tentang Penerapan Manajemen Risiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi oleh Bank Umum. Jakarta: OJK.

Referensi Spreadsheet & Teknologi

NoSumber
7Microsoft Support. Format an Excel table. https://support.microsoft.com/en-us/office/format-an-excel-table (opens in a new tab)
8Google Workspace Learning Center. Format data in Google Sheets. https://support.google.com/docs/answer/46973 (opens in a new tab)
9Microsoft Support. Data validation in Excel. https://support.microsoft.com/en-us/office/apply-data-validation-to-cells-29fecbcc-d1b9-42c1-9d76-eff3ce5f7249 (opens in a new tab)

Referensi Nilai Islam

NoSumber
10Q.S. Al-Baqarah: 282 — Tentang kewajiban pencatatan (kitabah) yang benar dan jujur dalam setiap muamalah.
11Q.S. An-Nisa': 58 — Tentang amanah menyampaikan sesuatu kepada yang berhak.
12Qardawi, Y. (2010). Norma dan Etika Ekonomi Islam (Bab Kejujuran dan Amanah dalam Bisnis). Jakarta: Gema Insani Press.

Refleksi Mahasiswa (10 Menit Terakhir)

Di akhir pertemuan, luangkan 10 menit untuk menjawab tiga pertanyaan refleksi berikut di buku catatan Anda (tidak dikumpulkan, hanya untuk diri sendiri):

  1. Masalah kualitas data apa yang paling sering Anda temukan dalam dataset dosen tadi? Mengapa masalah itu mudah terjadi dalam praktik nyata di kantor bank?
  2. Fitur spreadsheet mana yang menurut Anda paling berguna dalam pekerjaan seorang bankir syariah, dan mengapa?
  3. Jika Anda menjadi supervisor yang menemukan bahwa seorang teller sering memasukkan data nasabah dengan sembarangan (nama tidak konsisten, tanggal salah format), apa yang akan Anda lakukan? Kaitkan dengan nilai itqan dan tanggung jawab atasan dalam Islam.

🔗 KONEKSI KE PERTEMUAN BERIKUTNYA

Pertemuan 5 akan membahas:

  • Pengolahan Data dengan Fungsi Spreadsheet: menggunakan fungsi SUM, AVERAGE, COUNT, COUNTA, COUNTIF, dan SUMIF untuk mengolah data perbankan menjadi laporan rekapitulasi yang bermakna
  • Praktikum Lab: dari data nasabah yang sudah dibuat di Pertemuan 4, mahasiswa akan membuat sheet "Laporan Rekap" menggunakan formula-formula tersebut
  • Ini adalah lanjutan langsung dari Pertemuan 4 — data yang dibuat hari ini akan digunakan kembali di Pertemuan 5

Persiapan untuk Pertemuan 5:

  • Kumpulkan Tugas 4 (file spreadsheet + refleksi) sebelum pertemuan dimulai
  • Simpan file Lab4 Anda — akan digunakan sebagai bahan praktikum Pertemuan 5
  • Coba eksplorasi mandiri: apa yang dihasilkan formula =SUM(F2:F21) jika diterapkan pada kolom Saldo di tabel Anda?
  • Baca Bab 6 McLeod & Schell (2008) tentang pengolahan data dan fungsi-fungsi dasar spreadsheet

Modul ini disusun berdasarkan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Mata Kuliah Sistem Informasi Manajemen, Program Studi Perbankan Syariah, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti) Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023.


© FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan — Program Studi Perbankan Syariah