đŸĻ Sistem Informasi Manajemen
🎓 Pertemuan
Pertemuan 5: Pengolahan Data dengan Fungsi Spreadsheet

MODUL PEMBELAJARAN

Sistem Informasi Manajemen (SIM)

Pertemuan ke-5: Pengolahan Data dengan Fungsi Spreadsheet


Program Studi: Perbankan Syariah — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
Institut: UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
Semester: IV (Empat) | SKS: 2 SKS
Bobot Pertemuan: 3%
Alokasi Waktu: 100 Menit (25 menit teori + 65 menit lab + 10 menit refleksi)


đŸŽ¯ CAPAIAN PEMBELAJARAN

Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang Dibebankan

KodeDomainDeskripsi
CPL-2PengetahuanMenguasai konsep dan prinsip dasar sistem informasi manajemen serta penerapannya dalam pengambilan keputusan di lembaga keuangan syariah
CPL-3Keterampilan UmumMampu menganalisis informasi secara kritis dan menggunakannya untuk memecahkan permasalahan manajerial di perbankan syariah
CPL-4Keterampilan KhususMampu mengoperasikan perangkat teknologi informasi dasar, mengolah data sederhana, serta mengevaluasi kinerja dan tata kelola sistem informasi di lembaga keuangan syariah sesuai regulasi OJK dan Bank Indonesia

Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)

CPMK-3: Mahasiswa mampu menggunakan perangkat lunak perkantoran (Excel/Google Sheets) untuk mengelola dan menyajikan data perbankan secara sederhana (C3 — Menerapkan)

Sub-CPMK Pertemuan Ini

Mahasiswa mampu menggunakan fungsi-fungsi dasar spreadsheet — SUM, AVERAGE, COUNT, COUNTA, COUNTIF, SUMIF, dan AVERAGEIF — untuk mengolah data nasabah dan transaksi perbankan menjadi laporan rekapitulasi yang bermakna bagi pengambilan keputusan manajerial di bank syariah.

Indikator Ketercapaian

  • ☐ Mahasiswa dapat menjelaskan logika dan sintaks fungsi SUM, AVERAGE, COUNT, COUNTA, COUNTIF, SUMIF, dan AVERAGEIF
  • ☐ Mahasiswa dapat menerapkan setiap fungsi tersebut pada data perbankan dengan benar
  • ☐ Mahasiswa dapat membangun lembar "Laporan Rekap" yang merangkum data nasabah berdasarkan kategori (jenis akad, status, kota)
  • ☐ Mahasiswa dapat menginterpretasikan hasil perhitungan dan mengaitkannya dengan kebutuhan informasi manajemen bank syariah
  • ☐ Mahasiswa dapat mengaitkan kegiatan pelaporan data dengan prinsip syafafiyyah (transparansi) dan mas'uliyyah (akuntabilitas) dalam Islam

🔗 KAITAN DENGAN PERTEMUAN SEBELUMNYA

Ingat dari Pertemuan 4: Kita telah membangun tabel data nasabah fiktif yang rapi dan terstruktur — dengan format tabel, freeze panes, validasi data, dan conditional formatting. Data yang kita buat itu adalah bahan baku yang kita simpan rapi di spreadsheet.

Di Pertemuan 5 ini, kita akan "menghidupkan" data tersebut. Kita akan menggunakan formula dan fungsi untuk mengolah data mentah menjadi informasi bermakna — persis seperti yang dilakukan oleh sistem MIS ketika menghasilkan laporan periodik dari database transaksi. File Excel dari Pertemuan 4 wajib dibawa/diakses hari ini karena akan langsung digunakan.


đŸ—ēī¸ PETA KONSEP MATERI

PERTEMUAN 5 — PENGOLAHAN DATA DENGAN FUNGSI SPREADSHEET
│
├── A. DARI DATA MENTAH KE LAPORAN MANAJERIAL
│   ├── Mengapa manajer bank membutuhkan laporan rekap, bukan data mentah
│   ├── Jenis laporan yang dibutuhkan setiap level manajemen bank syariah
│   └── Peran fungsi spreadsheet dalam rantai: Data → Informasi → Keputusan
│
├── B. FUNGSI-FUNGSI DASAR PENGOLAHAN DATA
│   ├── SUM — Penjumlahan total
│   │   └── Contoh: total DPK, total plafon pembiayaan
│   ├── AVERAGE — Rata-rata
│   │   └── Contoh: rata-rata saldo per nasabah, rata-rata angsuran
│   ├── COUNT dan COUNTA — Menghitung banyaknya data
│   │   └── Contoh: jumlah nasabah terdaftar, jumlah transaksi hari ini
│   ├── COUNTIF — Menghitung berdasarkan satu syarat
│   │   └── Contoh: jumlah nasabah akad Mudharabah, jumlah rekening aktif
│   ├── SUMIF — Menjumlahkan berdasarkan satu syarat
│   │   └── Contoh: total DPK akad Wadiah, total saldo nasabah di Kota Pekalongan
│   └── AVERAGEIF — Rata-rata berdasarkan satu syarat
│       └── Contoh: rata-rata saldo nasabah Mudharabah vs Wadiah
│
├── C. MEMBANGUN LAPORAN REKAP MANAJERIAL
│   ├── Struktur laporan rekap yang efektif
│   ├── Referensi antar sheet (Sheet1!A1)
│   └── Contoh lengkap: Laporan Rekap DPK Cabang Bank Syariah
│
└── D. NILAI ISLAM DALAM PELAPORAN DATA
    ├── Syafafiyyah: transparansi melalui laporan yang akurat
    ├── Mas'uliyyah: akuntabilitas angka kepada pemangku kepentingan
    └── Hubungan laporan keuangan syariah dengan tata kelola yang baik

📚 URAIAN MATERI POKOK


A. DARI DATA MENTAH KE LAPORAN MANAJERIAL

A.1 Mengapa Manajer Tidak Butuh Data Mentah?

Bayangkan seorang Kepala Cabang Bank Syariah di pagi hari. Apakah ia perlu membaca 5.000 baris data transaksi kemarin satu per satu? Tentu tidak. Yang ia butuhkan adalah ringkasan bermakna: berapa total transaksi kemarin, berapa nasabah baru yang bergabung, akad apa yang paling banyak dipilih, dan cabang mana yang performanya tertinggi.

Inilah mengapa pengolahan data — transformasi dari data mentah menjadi laporan ringkas — adalah inti dari pekerjaan MIS (Management Information System). Fungsi-fungsi spreadsheet yang akan kita pelajari hari ini adalah versi sederhana dari apa yang dilakukan CBS (Core Banking System) dan sistem MIS secara otomatis setiap malam.


A.2 Kebutuhan Informasi Setiap Level Manajemen Bank Syariah

Setiap level manajemen membutuhkan jenis laporan yang berbeda dari data yang sama:

Level ManajemenJabatan ContohPertanyaan yang DijawabFungsi Utama
OperasionalTeller, CSBerapa saldo Bapak Ahmad sekarang? Apakah ada transaksi hari ini?Filter, VLOOKUP
ManajerialKepala Cabang, SupervisorBerapa total DPK hari ini? Berapa nasabah baru bulan ini?SUM, COUNT, COUNTIF
TaktisKepala Wilayah, Manajer DivisiCabang mana yang pertumbuhannya paling cepat? Akad mana yang dominan?SUMIF, AVERAGEIF, pivot
StrategisDirektur, KomisarisBagaimana tren pertumbuhan DPK 3 tahun terakhir? Apakah kita di atas target nasional?Grafik tren, benchmark

Pada pertemuan ini, kita fokus pada kebutuhan level manajerial dan taktis — yang paling sering menggunakan formula COUNTIF, SUMIF, dan AVERAGEIF dalam praktik sehari-hari.


A.3 Rantai Nilai: Data → Fungsi → Informasi → Keputusan

TABEL DATA NASABAH (Sheet: Data_Nasabah)
┌──────────â”Ŧ──────────────â”Ŧ────────────â”Ŧ──────────â”Ŧ────────┐
│ No_Rek   │ Nama         │ Jenis_Akad │ Saldo_Rp │ Status │
├──────────â”ŧ──────────────â”ŧ────────────â”ŧ──────────â”ŧ────────┤
│ 71000001 │ Ahmad Fauzi  │ Mudharabah │ 5.200.000│ Aktif  │
│ 71000002 │ Siti Rahma   │ Wadiah     │   750.000│ Aktif  │
│ 71000003 │ Budi Santoso │ Mudharabah │12.500.000│ T.Aktif│
│ ...      │ ...          │ ...        │ ...      │ ...    │
└──────────┴──────────────┴────────────┴──────────┴────────┘
                    │
                    │ Diproses dengan fungsi spreadsheet
                    â–ŧ
LAPORAN REKAP (Sheet: Laporan_Rekap)
┌────────────────────────────────────────────────┐
│ Total Nasabah Aktif          : 14 nasabah      │
│ Total DPK (Semua)            : Rp 87.450.000   │
│ Total DPK Mudharabah         : Rp 52.200.000   │
│ Total DPK Wadiah             : Rp 35.250.000   │
│ Rata-rata Saldo Mudharabah   : Rp  5.780.000   │
└────────────────────────────────────────────────┘
                    │
                    │ Diinterpretasikan oleh Kepala Cabang
                    â–ŧ
KEPUTUSAN MANAJERIAL
"Mudharabah mendominasi 59% DPK — perlu strategi
 promosi Wadiah agar portofolio lebih seimbang."

B. FUNGSI-FUNGSI DASAR PENGOLAHAN DATA

Semua fungsi berikut mengikuti format umum: =NAMA_FUNGSI(argumen1; argumen2; ...). Di Indonesia, pemisah argumen umumnya menggunakan titik koma (;) bukan koma (,) tergantung pengaturan regional komputer.

Konvensi dalam contoh berikut:

  • Sheet data nasabah bernama Data_Nasabah
  • Kolom E = Jenis Akad, Kolom F = Saldo, Kolom G = Status, Kolom H = Kota
  • Data berada di baris 2 hingga 21 (20 baris data + 1 baris header)

B.1 SUM — Menjumlahkan Seluruh Nilai dalam Rentang

Fungsi: Menjumlahkan semua angka dalam rentang sel yang ditentukan.

Sintaks:

=SUM(number1; [number2]; ...)
=SUM(rentang_sel)

Contoh penggunaan di bank syariah:

FormulaArtinyaHasil Contoh
=SUM(F2:F21)Total saldo seluruh nasabah (Dana Pihak Ketiga)Rp 87.450.000
=SUM(F2:F11)Total saldo 10 nasabah pertamaRp 42.300.000
=SUM(Data_Nasabah!F2:F21)Merujuk ke sheet lain (dari sheet Laporan_Rekap)Rp 87.450.000

Kapan digunakan:

  • Menghitung total Dana Pihak Ketiga (DPK) untuk laporan bulanan
  • Menghitung total plafon pembiayaan yang telah disalurkan
  • Menghitung total transaksi dalam satu hari/periode

B.2 AVERAGE — Menghitung Rata-Rata

Fungsi: Menghitung nilai rata-rata (mean) dari semua angka dalam rentang.

Sintaks:

=AVERAGE(number1; [number2]; ...)
=AVERAGE(rentang_sel)

Contoh penggunaan di bank syariah:

FormulaArtinyaHasil Contoh
=AVERAGE(F2:F21)Rata-rata saldo per nasabahRp 4.372.500
=AVERAGE(Data_Nasabah!F2:F21)Dari sheet Laporan_RekapRp 4.372.500

Kapan digunakan:

  • Memantau rata-rata saldo per nasabah sebagai indikator kedalaman pasar
  • Menghitung rata-rata angsuran pembiayaan per nasabah
  • Membandingkan rata-rata saldo antara periode yang berbeda

Perhatian: AVERAGE mengabaikan sel kosong dan sel berisi teks, tetapi tidak mengabaikan sel yang bernilai nol (0). Pastikan tidak ada data 0 yang tidak seharusnya ada di kolom saldo.


B.3 COUNT dan COUNTA — Menghitung Banyaknya Data

Fungsi COUNT: Menghitung jumlah sel yang berisi angka dalam rentang.
Fungsi COUNTA: Menghitung jumlah sel yang tidak kosong (bisa angka atau teks).

Sintaks:

=COUNT(value1; [value2]; ...)
=COUNTA(value1; [value2]; ...)

Contoh penggunaan di bank syariah:

FormulaArtinyaKapan Digunakan
=COUNT(F2:F21)Jumlah sel berisi angka di kolom saldoMenghitung nasabah yang punya saldo tercatat
=COUNTA(B2:B21)Jumlah sel tidak kosong di kolom namaMenghitung total nasabah terdaftar (termasuk yang belum punya saldo)
=COUNTA(A2:A1000)Menghitung sampai baris 1000 untuk antisipasi pertumbuhan dataBerguna jika data terus bertambah

Perbedaan COUNT vs COUNTA:

Kolom Saldo (F):        Kolom Nama (B):
F2: 5.200.000           B2: Ahmad Fauzi
F3: 750.000             B3: Siti Rahma
F4: (kosong)            B4: (kosong — data belum lengkap)
F5: 0                   B5: Budi Santoso

=COUNT(F2:F5)  → 3      (mengabaikan kosong dan 0? TIDAK — hasilnya 3 karena 0 dihitung)
=COUNTA(B2:B5) → 3      (mengabaikan kosong, menghitung teks)

B.4 COUNTIF — Menghitung dengan Satu Syarat

Fungsi: Menghitung jumlah sel dalam rentang yang memenuhi satu kriteria tertentu.

Sintaks:

=COUNTIF(range; criteria)
  • range = rentang sel yang diperiksa
  • criteria = syarat yang harus dipenuhi (bisa teks, angka, atau ekspresi logika)

Panduan Penulisan Kriteria COUNTIF:

Jenis KriteriaContoh PenulisanArtinya
Teks tepat"Mudharabah"Hanya sel yang isinya persis "Mudharabah"
Angka tepat5200000Hanya sel yang nilainya 5.200.000
Lebih besar dari">5000000"Sel dengan nilai > 5.000.000
Lebih kecil dari"<1000000"Sel dengan nilai < 1.000.000
Tidak sama dengan"<>Aktif"Sel yang isinya bukan "Aktif"
Merujuk ke selE2Nilai kriteria diambil dari sel E2

Contoh penggunaan lengkap di bank syariah:

FormulaArtiHasil Contoh
=COUNTIF(E2:E21;"Mudharabah")Jumlah nasabah akad Mudharabah9 nasabah
=COUNTIF(E2:E21;"Wadiah")Jumlah nasabah akad Wadiah11 nasabah
=COUNTIF(G2:G21;"Aktif")Jumlah nasabah berstatus Aktif14 nasabah
=COUNTIF(G2:G21;"Tidak Aktif")Jumlah nasabah tidak aktif6 nasabah
=COUNTIF(H2:H21;"Pekalongan")Jumlah nasabah dari Pekalongan8 nasabah
=COUNTIF(F2:F21;">10000000")Jumlah nasabah saldo > Rp 10 juta3 nasabah
=COUNTIF(F2:F21;"<500000")Jumlah nasabah saldo < Rp 500 ribu2 nasabah

B.5 SUMIF — Menjumlahkan dengan Satu Syarat

Fungsi: Menjumlahkan nilai-nilai dalam rentang tertentu yang hanya memenuhi satu kriteria.

Sintaks:

=SUMIF(range; criteria; [sum_range])
  • range = rentang yang diperiksa untuk memenuhi kriteria
  • criteria = syarat yang harus dipenuhi
  • sum_range = rentang yang dijumlahkan (jika berbeda dengan range; jika sama, boleh dihilangkan)

Contoh penggunaan di bank syariah:

FormulaArtiHasil Contoh
=SUMIF(E2:E21;"Mudharabah";F2:F21)Total saldo nasabah akad MudharabahRp 52.200.000
=SUMIF(E2:E21;"Wadiah";F2:F21)Total saldo nasabah akad WadiahRp 35.250.000
=SUMIF(G2:G21;"Aktif";F2:F21)Total saldo nasabah yang masih aktifRp 79.800.000
=SUMIF(G2:G21;"Tidak Aktif";F2:F21)Total saldo nasabah tidak aktifRp 7.650.000
=SUMIF(H2:H21;"Pekalongan";F2:F21)Total DPK dari nasabah PekalonganRp 41.200.000
=SUMIF(F2:F21;">10000000";F2:F21)Total saldo dari nasabah ber-saldo > Rp 10 jutaRp 38.500.000

Perbedaan SUM vs SUMIF:

=SUM(F2:F21)                             → Rp 87.450.000  (semua nasabah)
=SUMIF(E2:E21;"Mudharabah";F2:F21)       → Rp 52.200.000  (hanya Mudharabah)
=SUMIF(E2:E21;"Wadiah";F2:F21)           → Rp 35.250.000  (hanya Wadiah)
                                                ──────────────
                               Total harus =   Rp 87.450.000 ✓

B.6 AVERAGEIF — Rata-Rata dengan Satu Syarat

Fungsi: Menghitung rata-rata nilai dalam rentang tertentu yang hanya memenuhi satu kriteria.

Sintaks:

=AVERAGEIF(range; criteria; [average_range])

Contoh penggunaan di bank syariah:

FormulaArtiHasil Contoh
=AVERAGEIF(E2:E21;"Mudharabah";F2:F21)Rata-rata saldo nasabah MudharabahRp 5.800.000
=AVERAGEIF(E2:E21;"Wadiah";F2:F21)Rata-rata saldo nasabah WadiahRp 3.204.545
=AVERAGEIF(G2:G21;"Aktif";F2:F21)Rata-rata saldo nasabah aktifRp 5.700.000
=AVERAGEIF(H2:H21;"Batang";F2:F21)Rata-rata saldo nasabah dari BatangRp 4.100.000

Mengapa AVERAGEIF berguna? Rata-rata saldo Mudharabah yang lebih tinggi dari Wadiah bisa mengindikasikan bahwa nasabah Mudharabah cenderung menyimpan lebih besar karena tergiur bagi hasil. Informasi ini berguna bagi tim pemasaran untuk menentukan segmen mana yang perlu lebih digarap.


B.7 Fungsi Tambahan: Persentase Manual

Selain fungsi di atas, perhitungan persentase sangat berguna dalam laporan manajerial:

Persentase komposisi akad:

=COUNTIF(E2:E21;"Mudharabah") / COUNTA(B2:B21) * 100

→ Persentase nasabah Mudharabah dari total nasabah

Persentase DPK per akad:

=SUMIF(E2:E21;"Wadiah";F2:F21) / SUM(F2:F21) * 100

→ Persentase total saldo Wadiah dari total DPK

Tips formatting: Setelah menulis formula persentase, format sel tersebut sebagai Percentage (klik kanan → Format Cells → Percentage, atau tekan Ctrl+Shift+%).


B.8 Referensi Antar Sheet

Ketika Laporan Rekap berada di sheet terpisah dari data nasabah, kita perlu merujuk ke sheet lain menggunakan format:

=NAMA_FUNGSI(NamaSheet!RentangSel)

Contoh:

=SUM(Data_Nasabah!F2:F21)
=COUNTIF(Data_Nasabah!E2:E21;"Mudharabah")
=SUMIF(Data_Nasabah!E2:E21;"Aktif";Data_Nasabah!F2:F21)

Cara mudah memasukkan referensi antar sheet:

  1. Ketik =SUM(
  2. Klik tab sheet Data_Nasabah di bawah
  3. Pilih rentang F2:F21
  4. Tekan Enter → Excel/Sheets otomatis menulis =SUM(Data_Nasabah!F2:F21)

C. MEMBANGUN LAPORAN REKAP MANAJERIAL

C.1 Prinsip Laporan Rekap yang Efektif

Laporan rekap yang baik bukan sekadar kumpulan angka — ia harus dapat langsung menjawab pertanyaan manajerial tanpa memerlukan penjelasan tambahan. Ciri laporan rekap yang efektif:

  • Judul dan tanggal pelaporan yang jelas
  • Pengelompokan logis: dari yang umum ke yang spesifik
  • Label yang deskriptif: bukan "Hasil A" tapi "Total Nasabah Akad Mudharabah"
  • Format angka yang tepat: Rupiah menggunakan pemisah ribuan, persentase dengan simbol %
  • Konsistensi: semua angka menggunakan satuan yang sama

C.2 Struktur Laporan Rekap DPK Cabang — Template Lengkap

Berikut adalah contoh struktur laporan rekap DPK yang profesional, siap digunakan sebagai template:

╔══════════════════════════════════════════════════════════════╗
║        LAPORAN REKAP DANA PIHAK KETIGA (DPK)                ║
║        Bank Syariah Nusantara — Cabang Pekalongan           ║
║        Per Tanggal: [=TEXT(TODAY();"DD MMMM YYYY")]         ║
â• â•â•â•â•â•â•â•â•â•â•â•â•â•â•â•â•â•â•â•â•â•â•â•â•â•â•â•â•â•â•â•â•â•â•â•â•â•â•â•â•â•â•â•â•â•â•â•â•â•â•â•â•â•â•â•â•â•â•â•â•â•â•â•Ŗ
║                                                              ║
║  A. RINGKASAN UMUM NASABAH                                   ║
║  ─────────────────────────────────────────────────────────── ║
║  Total Nasabah Terdaftar          :  20 nasabah              ║
║  Total Nasabah Aktif              :  14 nasabah  (70,0%)     ║
║  Total Nasabah Tidak Aktif        :   6 nasabah  (30,0%)     ║
║  Nasabah Dormant (> 1 tahun tdk   :   2 nasabah             ║
║    transaksi)                                                ║
║                                                              ║
║  B. RINGKASAN DANA (DPK)                                     ║
║  ─────────────────────────────────────────────────────────── ║
║  Total DPK (Semua Akad)           :  Rp  87.450.000          ║
║  Total DPK Nasabah Aktif          :  Rp  79.800.000          ║
║  Rata-rata Saldo per Nasabah      :  Rp   4.372.500          ║
║  Saldo Tertinggi                  :  Rp  25.000.000          ║
║  Saldo Terendah                   :  Rp     100.000          ║
║                                                              ║
║  C. RINCIAN PER JENIS AKAD                                   ║
║  ─────────────────────────────────────────────────────────── ║
║               Jml Nasabah   % Total    Total Saldo   % DPK  ║
║  Mudharabah :     9  nas.    45,0%    Rp52.200.000   59,7%  ║
║  Wadiah     :    11  nas.    55,0%    Rp35.250.000   40,3%  ║
║  Total      :    20  nas.   100,0%    Rp87.450.000  100,0%  ║
║                                                              ║
║  D. RINCIAN PER STATUS                                       ║
║  ─────────────────────────────────────────────────────────── ║
║               Jml Nasabah   % Total    Total Saldo   % DPK  ║
║  Aktif      :    14  nas.    70,0%    Rp79.800.000   91,2%  ║
║  Tidak Aktif:     6  nas.    30,0%    Rp 7.650.000    8,8%  ║
║  Total      :    20  nas.   100,0%    Rp87.450.000  100,0%  ║
║                                                              ║
║  E. RINCIAN PER KOTA                                         ║
║  ─────────────────────────────────────────────────────────── ║
║               Jml Nasabah    Total Saldo    Rata-rata Saldo  ║
║  Pekalongan :     8  nas.   Rp41.200.000   Rp  5.150.000    ║
║  Batang     :     5  nas.   Rp20.500.000   Rp  4.100.000    ║
║  Pemalang   :     4  nas.   Rp15.750.000   Rp  3.937.500    ║
║  Lainnya    :     3  nas.   Rp10.000.000   Rp  3.333.333    ║
╚══════════════════════════════════════════════════════════════╝

C.3 Pemetaan Formula ke Setiap Baris Laporan

Baris LaporanFormula yang Digunakan
Total Nasabah Terdaftar=COUNTA(Data_Nasabah!B2:B21)
Total Nasabah Aktif=COUNTIF(Data_Nasabah!G2:G21;"Aktif")
% Nasabah Aktif=COUNTIF(Data_Nasabah!G2:G21;"Aktif")/COUNTA(Data_Nasabah!B2:B21)*100
Total DPK (Semua)=SUM(Data_Nasabah!F2:F21)
Total DPK Aktif=SUMIF(Data_Nasabah!G2:G21;"Aktif";Data_Nasabah!F2:F21)
Rata-rata Saldo=AVERAGE(Data_Nasabah!F2:F21)
Saldo Tertinggi=MAX(Data_Nasabah!F2:F21)
Saldo Terendah=MIN(Data_Nasabah!F2:F21)
Jml Nasabah Mudharabah=COUNTIF(Data_Nasabah!E2:E21;"Mudharabah")
Total DPK Mudharabah=SUMIF(Data_Nasabah!E2:E21;"Mudharabah";Data_Nasabah!F2:F21)
Rata-rata Saldo Wadiah=AVERAGEIF(Data_Nasabah!E2:E21;"Wadiah";Data_Nasabah!F2:F21)
Jml Nasabah Pekalongan=COUNTIF(Data_Nasabah!H2:H21;"Pekalongan")
Total DPK Pekalongan=SUMIF(Data_Nasabah!H2:H21;"Pekalongan";Data_Nasabah!F2:F21)
Rata-rata Saldo Pekalongan=AVERAGEIF(Data_Nasabah!H2:H21;"Pekalongan";Data_Nasabah!F2:F21)

D. NILAI ISLAM DALAM PELAPORAN DATA

D.1 Syafafiyyah (Transparansi) — Laporan yang Jujur dan Terbuka

Transparansi adalah salah satu prinsip tata kelola yang paling ditekankan dalam ekonomi Islam. Dalam konteks pelaporan data bank syariah, syafafiyyah berarti:

  • Laporan tidak boleh memanipulasi angka — baik melebih-lebihkan pencapaian maupun meminimalkan masalah
  • Semua pemangku kepentingan berhak mendapatkan informasi yang akurat: nasabah, pemegang saham, OJK, DPS, dan publik
  • Laporan keuangan bank syariah wajib dipublikasikan sesuai regulasi OJK — ini adalah perwujudan institusional dari transparansi

Fungsi COUNTIF dan SUMIF yang kita gunakan hari ini menghasilkan angka yang deterministik — hasilnya sama siapapun yang menghitung, selama datanya sama. Ini berbeda dengan laporan yang diisi secara manual yang rentan terhadap bias dan manipulasi. Dalam perspektif Islam, menggunakan formula yang konsisten dan dapat diverifikasi adalah salah satu cara menegakkan syafafiyyah.


D.2 Mas'uliyyah (Akuntabilitas) — Angka Laporan adalah Tanggung Jawab

Rasulullah SAW bersabda: "Setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Setiap angka yang muncul dalam laporan rekap bank syariah adalah pertanggungjawaban yang nyata:

  • Angka total DPK yang dilaporkan ke OJK adalah dasar perhitungan kewajiban cadangan minimum — jika salah, bank melanggar regulasi
  • Angka jumlah nasabah aktif digunakan direksi untuk mengambil keputusan ekspansi — jika salah, strategi ekspansi bisa keliru
  • Angka rata-rata saldo Mudharabah digunakan untuk menghitung distribusi bagi hasil — jika salah, ada nasabah yang dirugikan

Staf yang membuat laporan rekap menanggung mas'uliyyah atas kebenaran setiap angka yang tertera. Inilah mengapa penggunaan formula otomatis (yang langsung membaca data) lebih amanah daripada mengetik angka secara manual.


D.3 Laporan Keuangan Syariah dan Standar Akuntansi Islam

Bank syariah di Indonesia wajib menyusun laporan keuangan sesuai PSAK Syariah yang mengatur pencatatan akad-akad syariah:

PSAKAkad yang DiaturContoh Laporan yang Terdampak
PSAK 101Penyajian laporan keuangan syariah (umum)Neraca, Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Dana
PSAK 102Akuntansi murabahahPiutang murabahah, margin yang ditangguhkan
PSAK 105Akuntansi mudharabahInvestasi mudharabah, bagi hasil yang belum dibagikan
PSAK 106Akuntansi musyarakahAset musyarakah, porsi nisbah
PSAK 107Akuntansi ijarahAset ijarah, pendapatan ijarah

Laporan rekap yang kita buat menggunakan SUMIF dan COUNTIF per jenis akad langsung mencerminkan kategori-kategori dalam PSAK Syariah — bukan hanya latihan teknis, tetapi fondasi pemahaman pelaporan keuangan syariah yang sesungguhnya.


đŸ’ģ KEGIATAN LABORATORIUM

Judul Kegiatan: Membangun Laporan Rekap DPK Cabang dari Data Nasabah

Tujuan: Mahasiswa mampu membuat sheet "Laporan_Rekap" yang profesional menggunakan fungsi SUM, AVERAGE, COUNT, COUNTA, COUNTIF, SUMIF, AVERAGEIF, MAX, dan MIN — merujuk ke data nasabah dari Pertemuan 4.

Alat yang Dibutuhkan:

  • File Excel / Google Sheets dari Pertemuan 4 (data 20 nasabah)
  • Jika tidak punya: minta file dataset dari dosen

Alokasi Waktu: 65 menit


Persiapan Sebelum Mulai (5 menit)

  1. Buka file Excel / Google Sheets dari Pertemuan 4

  2. Pastikan sheet pertama bernama Data_Nasabah dan berisi minimal 20 baris data dengan kolom:

    • Kolom A: No_Rekening
    • Kolom B: Nama_Nasabah
    • Kolom C: NIK
    • Kolom D: Jenis_Akad (Mudharabah / Wadiah)
    • Kolom E: Tanggal_Buka
    • Kolom F: Saldo_Rp
    • Kolom G: Status (Aktif / Tidak Aktif)
    • Kolom H: Kota
  3. Jika kolom berbeda urutan dari di atas, sesuaikan formula yang akan digunakan.


Langkah-Langkah Praktikum

Langkah 1 (5 menit) — Buat Sheet Baru

  1. Klik kanan pada tab sheet → pilih "Insert sheet" / "Sheet baru"
  2. Beri nama sheet: Laporan_Rekap
  3. Klik tab Laporan_Rekap untuk mulai bekerja di sheet ini

Langkah 2 (10 menit) — Buat Judul dan Header Laporan

Ketik teks berikut di sel yang sesuai:

SelIsiFormat
A1LAPORAN REKAP DANA PIHAK KETIGA (DPK)Bold, font 14pt, merge A1:E1
A2Bank Syariah Nusantara — Cabang PekalonganBold, merge A2:E2
A3Per Tanggal:Normal
B3=TEXT(TODAY();"DD MMMM YYYY")Bold — menampilkan tanggal hari ini otomatis
A4(kosongkan sebagai pemisah)—

Langkah 3 (20 menit) — Isi Bagian A: Ringkasan Umum Nasabah

Buat label di kolom A dan formula di kolom B:

Sel ALabelSel BFormula
A5A. RINGKASAN UMUM NASABAH——
A6Total Nasabah TerdaftarB6=COUNTA(Data_Nasabah!B2:B21)
A7Total Nasabah AktifB7=COUNTIF(Data_Nasabah!G2:G21;"Aktif")
A8% Nasabah AktifB8=B7/B6 → format sel sebagai Percentage
A9Total Nasabah Tidak AktifB9=COUNTIF(Data_Nasabah!G2:G21;"Tidak Aktif")
A10% Nasabah Tidak AktifB10=B9/B6 → format Percentage
A11(pemisah)——
A12B. RINGKASAN DANA (DPK)——
A13Total DPK — Semua NasabahB13=SUM(Data_Nasabah!F2:F21)
A14Total DPK — Nasabah AktifB14=SUMIF(Data_Nasabah!G2:G21;"Aktif";Data_Nasabah!F2:F21)
A15Total DPK — Nasabah Tidak AktifB15=SUMIF(Data_Nasabah!G2:G21;"Tidak Aktif";Data_Nasabah!F2:F21)
A16Rata-rata Saldo per NasabahB16=AVERAGE(Data_Nasabah!F2:F21)
A17Saldo TertinggiB17=MAX(Data_Nasabah!F2:F21)
A18Saldo TerendahB18=MIN(Data_Nasabah!F2:F21)

Format kolom B untuk baris saldo (B13–B18): format Rupiah (Accounting).


Langkah 4 (20 menit) — Isi Bagian C & D: Rincian per Akad dan Status

Buat tabel dua dimensi (kolom B, C, D untuk: Jumlah, Total Saldo, Rata-rata):

Sel ALabelKolom B (Jml Nasabah)Kolom C (Total Saldo)Kolom D (Rata-rata Saldo)
A20C. RINCIAN PER JENIS AKADJml NasabahTotal SaldoRata-rata Saldo
A21Mudharabah=COUNTIF(Data_Nasabah!E2:E21;"Mudharabah")=SUMIF(Data_Nasabah!E2:E21;"Mudharabah";Data_Nasabah!F2:F21)=AVERAGEIF(Data_Nasabah!E2:E21;"Mudharabah";Data_Nasabah!F2:F21)
A22Wadiah=COUNTIF(Data_Nasabah!E2:E21;"Wadiah")=SUMIF(Data_Nasabah!E2:E21;"Wadiah";Data_Nasabah!F2:F21)=AVERAGEIF(Data_Nasabah!E2:E21;"Wadiah";Data_Nasabah!F2:F21)
A23Total=B21+B22=C21+C22=AVERAGE(Data_Nasabah!F2:F21)
A25D. RINCIAN PER STATUSJml NasabahTotal SaldoRata-rata Saldo
A26Aktif=COUNTIF(Data_Nasabah!G2:G21;"Aktif")=SUMIF(Data_Nasabah!G2:G21;"Aktif";Data_Nasabah!F2:F21)=AVERAGEIF(Data_Nasabah!G2:G21;"Aktif";Data_Nasabah!F2:F21)
A27Tidak Aktif=COUNTIF(Data_Nasabah!G2:G21;"Tidak Aktif")=SUMIF(Data_Nasabah!G2:G21;"Tidak Aktif";Data_Nasabah!F2:F21)=AVERAGEIF(Data_Nasabah!G2:G21;"Tidak Aktif";Data_Nasabah!F2:F21)
A28Total=B26+B27=C26+C27—

Langkah 5 (10 menit) — Isi Bagian E: Rincian per Kota

Sesuaikan nama kota dengan data Anda. Buat minimal 3 kota:

Sel ALabelJml Nasabah (B)Total Saldo (C)Rata-rata Saldo (D)
A30E. RINCIAN PER KOTAJml NasabahTotal SaldoRata-rata Saldo
A31Pekalongan=COUNTIF(Data_Nasabah!H2:H21;"Pekalongan")=SUMIF(...)=AVERAGEIF(...)
A32Batangsesuaikansesuaikansesuaikan
A33Kota lainsesuaikansesuaikansesuaikan

Langkah 6 (5 menit) — Verifikasi dan Simpan

  1. Cek konsistensi total: apakah B23 (total nasabah) = B6 (total nasabah dari Bagian A)? Harus sama!
  2. Cek: apakah C23 (total DPK per akad) = B13 (total DPK dari Bagian B)? Harus sama!
  3. Cek: apakah B28 = B6? Harus sama!
  4. Jika ada ketidaksesuaian — periksa data Anda di sheet Data_Nasabah
  5. Simpan file: Lab5_[NIM]_[Nama].xlsx

📋 PENUGASAN

TUGAS 5 — Laporan Rekap Lengkap + Sheet Analisis
Deadline: Dikumpulkan sebelum Pertemuan ke-6
Format: File Excel (.xlsx) ATAU link Google Sheets + PDF narasi analisis
Pengumpulan: Via Ngaji UIN Gusdur (opens in a new tab)


LEMBAR TUGAS 5

Nama: ________________________ | NIM: ________________________ | Tanggal: ________________________


Bagian A — Laporan Rekap Lengkap (60 poin)

Sempurnakan laporan rekap dari kegiatan lab dengan kriteria:

KriteriaPoinDetail
Semua formula benar dan menghasilkan nilai yang konsisten20Cek: total per akad = total umum
Bagian A, B, C, D lengkap sesuai panduan lab15Tidak ada formula yang kosong
Bagian E (per kota) lengkap minimal 3 kota10Gunakan kota dari data Anda sendiri
Format profesional: judul, format Rupiah, persentase, border10Tampilan rapi, tidak ada angka desimal tak wajar
Formula persentase (% per akad, % per status)5Hitung % nasabah dan % DPK per kategori

Bagian B — Sheet "Analisis" (40 poin)

Buat sheet ketiga bernama Analisis dan tuliskan jawaban atas empat pertanyaan berikut:

Pertanyaan 1 (10 poin): Berdasarkan laporan rekap yang Anda buat, akad mana yang mendominasi dari sisi jumlah nasabah dan dari sisi total dana? Apakah hasilnya konsisten? Jika berbeda, apa artinya secara manajerial?

Tuliskan jawaban di sel B2:


Pertanyaan 2 (10 poin): Bandingkan rata-rata saldo nasabah Mudharabah vs Wadiah. Mana yang lebih tinggi? Apa implikasi dari perbedaan ini bagi strategi pemasaran bank syariah Anda?

Tuliskan jawaban di sel B3:


Pertanyaan 3 (10 poin): Berdasarkan data rincian per kota, kota mana yang memiliki kontribusi DPK terbesar? Apa rekomendasi Anda kepada Kepala Cabang berdasarkan temuan ini?

Tuliskan jawaban di sel B4:


Pertanyaan 4 (10 poin): Menurut Anda, mengapa bank syariah wajib memisahkan laporan antara DPK Mudharabah dan Wadiah — bukan hanya melaporkan total DPK saja? Kaitkan jawaban Anda dengan prinsip syariah dan standar akuntansi PSAK Syariah.

Tuliskan jawaban di sel B5:


Rubrik Penilaian Tugas 5

AspekSangat Baik (81–100)Baik (66–80)Cukup (56–65)Perlu Perbaikan (< 56)
Kebenaran FormulaSemua formula benar, konsisten, tidak ada error (#VALUE, #REF)Hampir semua benar, 1–2 error kecilSebagian formula benarBanyak formula error atau tidak relevan
Kelengkapan LaporanSemua bagian (A–E) lengkap dan terformat dengan baikSemua bagian ada, format cukupSebagian bagian belum lengkapLaporan tidak lengkap
Kualitas AnalisisAnalisis tajam, menghubungkan angka dengan implikasi manajerial dan prinsip syariahAnalisis baik, sebagian ada implikasiAnalisis dangkal, deskriptifAnalisis sangat minimal
Integrasi Nilai IslamKeterkaitan nilai Islam spesifik dan dikembangkan dengan contoh konkretAda keterkaitan nilai Islam yang cukupDisebutkan tapi tidak dikembangkanTidak ada keterkaitan

đŸ’Ŧ BAHAN DISKUSI KELAS

Diskusi 1:

"Mengapa bank syariah perlu memisahkan pelaporan antara dana Wadiah dan Mudharabah — padahal keduanya sama-sama 'tabungan' bagi nasabah?"

Diskusi 2:

"Jika Kepala Cabang menerima laporan rekap dengan total DPK Rp 87.450.000 dan rata-rata saldo Rp 4.372.500, apa kesimpulan yang bisa ia ambil? Informasi tambahan apa yang ia butuhkan sebelum mengambil keputusan strategis?"

Diskusi 3 (Penerapan Langsung):

"Kepala Cabang Bank Syariah ingin tahu nasabah mana yang 'berisiko pergi' — yaitu nasabah aktif dengan saldo rendah (< Rp 500.000) yang mungkin akan menutup rekening. Formula apa yang bisa Anda gunakan untuk mengidentifikasi jumlah nasabah seperti ini? Bagaimana Anda akan menyajikannya dalam laporan rekap?"

Petunjuk: Gunakan COUNTIFS (versi multi-kriteria dari COUNTIF) — ini adalah versi lanjutan yang dapat mahasiswa eksplorasi secara mandiri.


📝 RINGKASAN MATERI

Berikut adalah poin-poin kunci dari Pertemuan 5 yang wajib dikuasai:

1. Fungsi Spreadsheet = MIS dalam Skala Kecil SUM, COUNTIF, dan SUMIF melakukan hal yang sama seperti sistem MIS profesional — mengubah data transaksi mentah menjadi laporan rekapitulasi yang bermakna bagi manajer.

2. Enam Fungsi Kunci yang Wajib Dikuasai SUM (total), AVERAGE (rata-rata), COUNT/COUNTA (hitung banyaknya), COUNTIF (hitung bersyarat), SUMIF (jumlah bersyarat), AVERAGEIF (rata-rata bersyarat) — keempat fungsi terakhir adalah yang paling sering digunakan dalam pelaporan perbankan.

3. Struktur Laporan Rekap yang Efektif Dimulai dari ringkasan umum, berlanjut ke rincian per kategori (per akad, per status, per wilayah). Setiap angka harus dapat diverifikasi kembali ke data mentah.

4. Konsistensi adalah Kunci Validasi Total dari semua kategori sub-laporan harus sama dengan total dari ringkasan umum. Jika tidak, ada kesalahan data atau formula yang perlu diperiksa.

5. Pemisahan Laporan per Akad Syariah Bukan Sekadar Teknis Memisahkan DPK Mudharabah dan Wadiah dalam laporan adalah kewajiban akuntansi syariah (PSAK Syariah) sekaligus prinsip transparansi (syafafiyyah) — nasabah Mudharabah berhak tahu berapa dana mereka yang dikelola dan berapa bagi hasil yang mereka terima.

6. Angka dalam Laporan adalah Amanah Setiap angka dalam laporan rekap yang kita buat hari ini — baik dalam skala latihan maupun skala nyata di bank — adalah pertanggungjawaban (mas'uliyyah) kepada manajemen, pemegang saham, nasabah, dan Allah SWT.


📖 REFERENSI PERTEMUAN 5

Referensi Utama (Wajib)

NoSumber
1Laudon, K.C., & Laudon, J.P. (2022). Management Information Systems: Managing the Digital Firm (17th Ed., Chapter 6: "Foundations of Business Intelligence"). New Jersey: Pearson.
2McLeod, R., & Schell, G.P. (2008). Sistem Informasi Manajemen (Edisi 10, Bab 6: Pengolahan Data dan Pelaporan). Jakarta: Salemba Empat.

Referensi Spreadsheet dan Teknologi

NoSumber
3Microsoft Support. COUNTIF function. https://support.microsoft.com/en-us/office/countif-function-e0de10c6-f885-4e71-abb4-1f464816df34 (opens in a new tab)
4Microsoft Support. SUMIF function. https://support.microsoft.com/en-us/office/sumif-function-169b8c99-c05c-4483-a712-1697a653039b (opens in a new tab)
5Microsoft Support. AVERAGEIF function. https://support.microsoft.com/en-us/office/averageif-function-faec8e2e-0dec-4308-af69-f5576d8ac642 (opens in a new tab)
6Google Workspace Learning Center. SUMIF — Google Sheets Function. https://support.google.com/docs/answer/3093583 (opens in a new tab)

Referensi Perbankan Syariah dan Akuntansi

NoSumber
7Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). (2023). PSAK 101: Penyajian Laporan Keuangan Syariah. Jakarta: IAI.
8Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). (2023). PSAK 105: Akuntansi Mudharabah. Jakarta: IAI.
9Antonio, M.S. (2001). Bank Syariah: Dari Teori ke Praktik (Bab Dana Pihak Ketiga). Jakarta: Gema Insani Press.
10OJK. Statistik Perbankan Syariah (terbaru). https://www.ojk.go.id/id/data-dan-statistik (opens in a new tab) — sebagai contoh format laporan DPK resmi

Referensi Nilai Islam

NoSumber
11Q.S. Al-Baqarah: 282 — Tentang kewajiban pencatatan yang benar dan jujur dalam setiap transaksi.
12HR. Bukhari dan Muslim — "Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya."
13Qardawi, Y. (2010). Norma dan Etika Ekonomi Islam (Bab Akuntabilitas dan Transparansi). Jakarta: Gema Insani Press.

Refleksi Mahasiswa (10 Menit Terakhir)

Di akhir pertemuan, luangkan 10 menit untuk menjawab tiga pertanyaan refleksi berikut di buku catatan Anda (tidak dikumpulkan):

  1. Formula mana yang paling sering Anda gunakan tadi dan mengapa formula itu paling berguna dalam pekerjaan seorang bankir syariah?
  2. Saat verifikasi total: apakah total per akad Anda persis sama dengan total umum? Jika tidak, apa yang Anda lakukan untuk menemukannya? Apa yang Anda pelajari dari proses debugging formula tersebut?
  3. Jika Anda menjadi Kepala Cabang dan menerima laporan rekap seperti yang Anda buat hari ini, keputusan apa yang pertama kali akan Anda buat berdasarkan data tersebut? Mengapa?

🔗 KONEKSI KE PERTEMUAN BERIKUTNYA

Pertemuan 6 akan membahas:

  • Visualisasi Data dan Dashboard Manajerial Sederhana: mengubah angka laporan rekap menjadi grafik dan chart yang komunikatif — grafik batang (perbandingan), grafik garis (tren waktu), dan grafik pie (proporsi/komposisi)
  • Praktikum Lab: dari sheet Laporan_Rekap yang sudah Anda buat hari ini, Anda akan membuat 3 jenis grafik dan menyusunnya dalam satu lembar dashboard manajerial yang profesional
  • Ini adalah lanjutan langsung dari Pertemuan 5 — file yang dibuat hari ini akan digunakan kembali

Persiapan untuk Pertemuan 6:

  • Kumpulkan Tugas 5 sebelum pertemuan dimulai
  • Simpan file Lab5 — laporan rekap yang sudah selesai akan langsung digunakan sebagai bahan grafik di Pertemuan 6
  • Eksplorasi mandiri: coba klik satu sel di laporan rekap Anda → pilih beberapa sel → klik Insert → Chart untuk melihat jenis grafik apa saja yang tersedia
  • Baca secara singkat: apa perbedaan antara grafik batang (bar chart) dan grafik garis (line chart)? Kapan masing-masing digunakan?

Modul ini disusun berdasarkan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Mata Kuliah Sistem Informasi Manajemen, Program Studi Perbankan Syariah, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti) Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023.


© FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan — Program Studi Perbankan Syariah