MODUL PEMBELAJARAN
Sistem Informasi Manajemen (SIM)
Pertemuan ke-1: Pengantar SIM dan Kontrak Perkuliahan
Program Studi: Perbankan Syariah β Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
Institut: UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
Semester: IV (Empat) | SKS: 2 SKS
Bobot Pertemuan: 2%
Alokasi Waktu: 100 Menit (40 menit teori + 50 menit lab + 10 menit refleksi)
π― CAPAIAN PEMBELAJARAN
Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang Dibebankan
| Kode | Domain | Deskripsi |
|---|---|---|
| CPL-1 | Sikap | Menginternalisasi nilai-nilai Islam (amanah, transparan, adil) dalam pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung operasional perbankan syariah |
| CPL-2 | Pengetahuan | Menguasai konsep dan prinsip dasar sistem informasi manajemen serta penerapannya dalam pengambilan keputusan di lembaga keuangan syariah |
| CPL-3 | Keterampilan Umum | Mampu menganalisis informasi secara kritis dan menggunakannya untuk memecahkan permasalahan manajerial di perbankan syariah |
Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)
CPMK-1: Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar SIM, jenis-jenis sistem informasi, dan perannya dalam organisasi perbankan syariah (C2 β Memahami)
Sub-CPMK Pertemuan Ini
Mahasiswa mampu menjelaskan kontrak perkuliahan, definisi SIM, tujuan, ruang lingkup, serta urgensinya bagi operasional lembaga perbankan syariah, dengan mengaitkannya pada nilai-nilai amanah dan transparansi dalam Islam.
Indikator Ketercapaian
- β Mahasiswa dapat mendefinisikan SIM dengan kata-katanya sendiri
- β Mahasiswa dapat menyebutkan minimal 3 manfaat SIM bagi bank syariah
- β Mahasiswa dapat mengaitkan konsep SIM dengan nilai-nilai amanah dan transparansi dalam Islam
- β Mahasiswa memahami kontrak perkuliahan, tata tertib lab, dan komponen penilaian
πΊοΈ PETA KONSEP MATERI
PERTEMUAN 1 β PENGANTAR SIM DAN KONTRAK PERKULIAHAN
β
βββ A. KONTRAK PERKULIAHAN
β βββ Deskripsi dan tujuan mata kuliah
β βββ Komponen dan bobot penilaian
β βββ Tata tertib laboratorium
β βββ Aturan tugas dan keterlambatan
β
βββ B. APA ITU SISTEM INFORMASI MANAJEMEN?
β βββ Hierarki: Data β Informasi β Pengetahuan
β βββ Definisi SIM (McLeod & Schell; Laudon & Laudon)
β βββ Tujuan dan fungsi SIM dalam organisasi
β βββ Sejarah singkat perkembangan SIM
β
βββ C. MENGAPA SIM PENTING BAGI BANK SYARIAH?
β βββ Peran informasi dalam pengambilan keputusan
β βββ Contoh nyata SIM di bank syariah (ATM, laporan, aplikasi)
β βββ SIM sebagai alat amanah dan akuntabilitas
β
βββ D. LANDASAN NILAI ISLAM DALAM SIM
βββ Q.S. Al-Baqarah: 283 β pencatatan dan amanah
βββ Q.S. An-Nisa': 58 β menunaikan amanah
βββ Prinsip transparansi dan kejujuran dataπ URAIAN MATERI POKOK
A. KONTRAK PERKULIAHAN
A.1 Gambaran Mata Kuliah
Mata kuliah Sistem Informasi Manajemen (SIM) membekali mahasiswa Perbankan Syariah dengan pemahaman tentang peran, konsep, dan penerapan sistem informasi dalam pengelolaan lembaga keuangan syariah. Mahasiswa akan mempelajari bagaimana:
- Data dikelola menjadi informasi yang bermakna
- Sistem informasi mendukung pengambilan keputusan manajerial
- Perkembangan teknologi digital (e-banking, fintech syariah, transformasi digital) berdampak pada industri perbankan syariah di Indonesia
Seluruh pembelajaran dilaksanakan secara terintegrasi di laboratorium komputer menggunakan perangkat lunak yang umum dan mudah diakses: Microsoft Excel, Google Spreadsheet, Google Forms, dan Internet.
A.2 Komponen Penilaian
| Komponen | Bobot |
|---|---|
| Kehadiran | 10% |
| Tugas Mingguan | 25% |
| UTS (Ujian Tengah Semester) | 30% |
| UAS (Ujian Akhir Semester) | 35% |
| Total | 100% |
A.3 Tata Tertib Laboratorium
- Menjaga kebersihan ruang lab β tidak membawa makanan/minuman
- Selalu log off dari komputer setelah selesai digunakan
- Laporkan kerusakan perangkat kepada teknisi/dosen
- Tidak menggunakan komputer untuk aktivitas di luar perkuliahan
- HP diperbolehkan hanya untuk keperluan praktikum
A.4 Kebijakan Tugas & Keterlambatan
| Keterlambatan | Sanksi |
|---|---|
| Terlambat 1 hari | Pengurangan 20 poin |
| Terlambat > 3 hari | Nilai maksimal 50 |
| Plagiarisme/duplikasi | Nilai 0 pada komponen terkait |
Kebijakan Penggunaan AI: Diperbolehkan sebagai alat bantu belajar. Namun, tugas dan laporan harus mencerminkan pemikiran kritis mandiri mahasiswa. Wajib mencantumkan keterangan jika menggunakan AI.
B. APA ITU SISTEM INFORMASI MANAJEMEN?
B.1 Hierarki: Data β Informasi β Pengetahuan
Sebelum mendefinisikan SIM, penting untuk memahami perbedaan mendasar antara data, informasi, dan pengetahuan.
| Tingkatan | Definisi | Contoh di Bank Syariah |
|---|---|---|
| Data | Fakta mentah yang belum diolah, belum memiliki makna tersendiri | Angka "1.250.000" |
| Informasi | Data yang sudah diolah, diorganisasi, dan bermakna bagi penerimanya | "Saldo tabungan Bapak Ahmad per 1 Januari 2025 adalah Rp1.250.000" |
| Pengetahuan | Informasi yang digunakan untuk mengambil tindakan atau keputusan | "Saldo Bapak Ahmad tergolong rendah β perlu ditawarkan produk tabungan berjangka agar asetnya lebih produktif" |
Dari contoh di atas, kita dapat memahami bahwa SIM bukan sekadar alat penyimpan data, melainkan sistem yang mengubah data menjadi informasi, dan informasi menjadi pengetahuan yang mendukung pengambilan keputusan manajerial.
B.2 Definisi Sistem Informasi Manajemen
Beberapa ahli mendefinisikan SIM sebagai berikut:
McLeod & Schell (2008): "Sistem Informasi Manajemen adalah sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi para manajer yang membutuhkannya dalam mengambil keputusan."
Laudon & Laudon (2022): "Management Information System is a system that provides reports, displays, or responses to queries based on data collected from organizational transaction processing systems."
O'Brien & Marakas (2010): "SIM adalah kombinasi terorganisir dari orang, perangkat keras, perangkat lunak, jaringan komunikasi, sumber daya data, dan kebijakan dan prosedur yang menyimpan, mengambil, mengubah, dan menyebarluaskan informasi dalam suatu organisasi."
Dari berbagai definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa SIM memiliki empat unsur utama:
- Sistem β serangkaian komponen yang saling berinteraksi dan terintegrasi
- Informasi β output utama berupa data yang sudah diolah dan bermakna
- Manajemen β berfokus pada kebutuhan pengambilan keputusan manajerial
- Berbasis komputer β memanfaatkan teknologi sebagai tulang punggung sistem
B.3 Komponen Utama SIM
Sebuah Sistem Informasi Manajemen terdiri dari enam komponen yang saling bergantung:
| No | Komponen | Istilah Teknis | Deskripsi | Contoh di Bank Syariah |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Manusia | Brainware | Pengguna dan pengelola sistem | Teller, analis kredit, staf IT, nasabah |
| 2 | Perangkat Keras | Hardware | Infrastruktur fisik komputasi | Server, komputer, mesin ATM, jaringan kabel |
| 3 | Perangkat Lunak | Software | Program dan aplikasi yang dijalankan | Sistem core banking, aplikasi BSI Mobile, SLIK OJK |
| 4 | Data | Data | Bahan baku yang dikumpulkan dan disimpan | Data nasabah, riwayat transaksi, data pembiayaan |
| 5 | Prosedur | Procedure | Aturan dan tata cara penggunaan sistem | SOP pembukaan rekening, SOP pengajuan pembiayaan |
| 6 | Jaringan Komunikasi | Network | Penghubung antar komponen dan antar lokasi | Internet, intranet kantor cabang, jaringan ATM Bersama/PRIMA |
Analogi sederhana: Bayangkan sebuah dapur restoran. Bahan makanan = data, juru masak = manusia, peralatan dapur = perangkat keras, resep = prosedur, sistem order pelanggan = perangkat lunak, dan saluran komunikasi antar bagian = jaringan. SIM bekerja seperti dapur yang terorganisir β mengubah bahan mentah (data) menjadi hidangan siap saji (informasi) untuk pelanggan (manajer).
B.4 Tujuan dan Fungsi SIM dalam Organisasi
SIM dalam sebuah organisasi berfungsi untuk:
1. Mendukung Pengambilan Keputusan Manajerial Menyediakan laporan, analisis, dan ringkasan informasi yang dibutuhkan manajer untuk mengambil keputusan yang tepat, akurat, dan tepat waktu.
2. Mendukung Operasional Sehari-hari Memproses transaksi rutin, mencatat setiap kejadian bisnis, dan memastikan operasional berjalan efisien tanpa gangguan.
3. Mendukung Keunggulan Kompetitif Membantu organisasi mengidentifikasi peluang pasar, memahami perilaku nasabah, dan mengembangkan strategi bisnis yang unggul.
4. Memastikan Kepatuhan dan Akuntabilitas Menghasilkan laporan regulasi kepada pihak berwenang (OJK, Bank Indonesia) serta menjaga jejak audit yang dapat dipertanggungjawabkan.
B.5 Sejarah Singkat Perkembangan SIM
Perkembangan SIM tidak lepas dari evolusi teknologi komputer dan kebutuhan organisasi yang terus berkembang:
| Era | Periode | Perkembangan |
|---|---|---|
| Era Manual | Sebelum 1950 | Pencatatan buku besar (ledger) manual; teller mencatat setiap transaksi dengan tangan |
| Era Komputer Mainframe | 1950β1970 | Komputer besar pertama digunakan untuk pemrosesan data batch di bank-bank besar |
| Era Minicomputer & PC | 1970β1990 | Komputer personal mulai tersebar; sistem informasi mulai menjangkau level manajer |
| Era Jaringan & Internet | 1990β2000 | Lahirnya ATM, internet banking, dan sistem terhubung antar cabang |
| Era Digital & Cloud | 2000βSekarang | Mobile banking, big data, AI, fintech, dan transformasi digital perbankan |
Dalam konteks perbankan syariah Indonesia, perkembangan SIM sejalan dengan pertumbuhan industri itu sendiri β dimulai dari pendirian Bank Muamalat Indonesia (1992) hingga lahirnya Bank Syariah Indonesia (BSI) pada 2021 sebagai entitas perbankan syariah terbesar di Indonesia dengan infrastruktur digital yang canggih.
C. MENGAPA SIM PENTING BAGI BANK SYARIAH?
C.1 Karakteristik Perbankan Syariah yang Membutuhkan SIM Kuat
Bank syariah memiliki keunikan dibanding bank konvensional yang membuat kebutuhan SIM-nya semakin kompleks:
- Prinsip bagi hasil (mudharabah/musyarakah): Membutuhkan sistem perhitungan nisbah yang akurat dan transparan
- Akad beragam (murabahah, ijarah, istishna, dll.): Setiap akad memiliki mekanisme pencatatan yang berbeda
- Pengawasan Dewan Pengawas Syariah (DPS): Membutuhkan laporan kepatuhan syariah yang terstruktur
- Pelaporan ganda kepada OJK dan DSN-MUI: Menuntut sistem pelaporan yang komprehensif dan terintegrasi
C.2 Peran SIM dalam Operasional Bank Syariah
Bank syariah membutuhkan SIM untuk menjalankan minimal lima fungsi vital:
1. Mencatat Transaksi Secara Akurat dan Real-Time Jutaan transaksi harian (setoran, penarikan, transfer, pembayaran angsuran) harus diproses dengan cepat, akurat, dan tanpa kesalahan. Satu kesalahan dalam pencatatan dapat merugikan nasabah dan bank sekaligus.
2. Menghasilkan Laporan Keuangan dan Regulasi Bank syariah wajib menyampaikan laporan kepada OJK (bulanan, triwulanan, tahunan) dan Bank Indonesia. SIM memungkinkan laporan ini dihasilkan secara otomatis dari data yang sudah tersimpan.
3. Mendukung Pengambilan Keputusan Manajerial Mulai dari keputusan persetujuan pembiayaan nasabah, penetapan nisbah bagi hasil, hingga strategi ekspansi cabang β semua membutuhkan informasi yang akurat dan tepat waktu.
4. Memberikan Layanan Optimal kepada Nasabah Mobile banking, ATM, layanan customer service berbasis data β semua merupakan wujud SIM yang langsung dirasakan nasabah setiap hari.
5. Memastikan Kepatuhan Syariah Rekam jejak setiap transaksi yang jelas dan dapat ditelusuri (audit trail) memungkinkan DPS dan auditor untuk memverifikasi bahwa setiap transaksi sudah sesuai prinsip syariah.
C.3 Contoh Nyata SIM di Bank Syariah
| Sistem/Layanan | Jenis SIM | Fungsinya |
|---|---|---|
| Mesin ATM / EDC | Transaction Processing System (TPS) | Memproses transaksi penarikan, setoran, dan transfer nasabah secara real-time |
| Aplikasi BSI Mobile | Transaction & Service System | Memungkinkan nasabah melakukan transaksi mandiri dari smartphone |
| Laporan bulanan ke OJK | Management Information System (MIS) | Menyajikan ringkasan kinerja bank kepada regulator |
| Sistem skoring kredit/pembiayaan | Decision Support System (DSS) | Membantu analis memutuskan kelayakan pembiayaan nasabah |
| Dashboard direksi | Executive Information System (EIS) | Menyajikan gambaran kinerja bank secara keseluruhan untuk pimpinan tertinggi |
| Sistem SLIK (BI Checking) | Transaction Processing System (TPS) | Memeriksa riwayat kredit calon nasabah pembiayaan |
D. LANDASAN NILAI ISLAM DALAM SIM
D.1 SIM sebagai Manifestasi Nilai-Nilai Islam
SIM bukan sekadar alat teknis semata. Dalam perspektif Islam, pengelolaan informasi yang baik merupakan kewajiban moral dan religious setiap individu dan lembaga Islam. Al-Quran secara eksplisit memerintahkan pencatatan, kejujuran, dan amanah dalam setiap urusan β termasuk urusan ekonomi dan keuangan.
D.2 Landasan Qur'ani
Pertama β Q.S. Al-Baqarah: 283 (Tentang Pencatatan dan Amanah)
"...maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang). Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (hutangnya) dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya..."
Relevansi dengan SIM: Ayat ini memerintahkan pencatatan dan amanah dalam setiap transaksi. Dalam konteks modern, SIM di bank syariah adalah wujud konkret dari perintah pencatatan ini β setiap transaksi harus tercatat, dapat ditelusuri, dan dipertanggungjawabkan.
Kedua β Q.S. An-Nisa': 58 (Tentang Menunaikan Amanah)
"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil..."
Relevansi dengan SIM: Data nasabah adalah amanah yang dipercayakan kepada bank syariah. SIM yang baik memastikan data tersebut disimpan dengan aman, hanya diakses oleh pihak yang berwenang, dan tidak disalahgunakan β ini adalah bentuk menunaikan amanah secara teknologis.
D.3 Empat Prinsip Islam yang Mendasari SIM Bank Syariah
| Prinsip Islam | Implementasi dalam SIM |
|---|---|
| Amanah (Kepercayaan) | Menjaga keamanan data nasabah; memastikan sistem tidak bocor atau disalahgunakan |
| Kejujuran (Shidq) | Tidak memanipulasi data, laporan keuangan, atau angka-angka dalam sistem |
| Transparansi (Syafafiyyah) | Menyediakan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan kepada pihak yang berhak (nasabah, OJK, DPS) |
| Akuntabilitas (Mas'uliyyah) | Setiap transaksi dapat ditelusuri dan dibuktikan melalui audit trail sistem |
D.4 Implikasi Praktis bagi Mahasiswa Perbankan Syariah
Sebagai calon praktisi perbankan syariah, pemahaman tentang integrasi nilai Islam dengan SIM sangat penting karena:
- Anda akan menjadi pengguna dan pengelola sistem informasi di bank syariah
- Anda bertanggung jawab memastikan bahwa data yang Anda masukkan akurat dan jujur
- Anda akan diminta membuat keputusan berdasarkan informasi dari sistem β keputusan yang harus adil dan bertanggung jawab
- Anda menjadi garda terdepan dalam menjaga kepercayaan nasabah melalui pengelolaan informasi yang amanah
π» KEGIATAN LABORATORIUM
Judul Kegiatan: Mengenal Sumber Informasi Resmi Perbankan Syariah
Tujuan: Mahasiswa mampu mengidentifikasi jenis-jenis informasi yang tersedia di portal resmi OJK dan Bank Indonesia, serta menghubungkannya dengan konsep data, informasi, dan pengetahuan dalam SIM.
Alat yang Dibutuhkan:
- Komputer laboratorium
- Browser internet (Google Chrome / Mozilla Firefox)
- Lembar kerja (kertas / buku catatan / file Word)
Alokasi Waktu: 50 menit
Langkah-Langkah Praktikum
Langkah 1 (5 menit) β Akses Portal OJK
- Buka browser internet
- Ketikkan alamat: https://www.ojk.go.id (opens in a new tab)
- Perhatikan tampilan utama β informasi apa saja yang ditampilkan di halaman depan?
Langkah 2 (15 menit) β Eksplorasi Data Perbankan Syariah di OJK
- Klik menu "Data dan Statistik" pada navigasi utama
- Pilih sub-menu "Perbankan Syariah"
- Unduh atau buka laporan statistik terbaru yang tersedia
- Catat setidaknya 5 jenis informasi yang tersedia di halaman tersebut
Langkah 3 (10 menit) β Eksplorasi Portal Bank Indonesia
- Buka tab baru di browser
- Akses: https://www.bi.go.id (opens in a new tab)
- Eksplorasi menu terkait sistem pembayaran atau stabilitas keuangan
- Catat jenis informasi yang tersedia
Langkah 4 (15 menit) β Isi Lembar Kerja
Isi tabel berikut berdasarkan hasil eksplorasi Anda:
| No | Nama Informasi yang Ditemukan | Sumber (OJK / BI) | Untuk Siapa Informasi Ini? | Termasuk Data / Informasi / Pengetahuan? |
|---|---|---|---|---|
| 1 | ||||
| 2 | ||||
| 3 | ||||
| 4 | ||||
| 5 |
Langkah 5 (5 menit) β Diskusi Kelas
- Bagikan satu temuan paling menarik Anda kepada kelas
- Diskusikan: "Apakah informasi di situs OJK dan BI ini termasuk bagian dari SIM perbankan syariah? Mengapa?"
π PENUGASAN
TUGAS 1 β Refleksi Pengantar SIM Deadline: Dikumpulkan sebelum Pertemuan ke-2 Format: Dokumen Word / PDF / foto tulisan tangan yang jelas Panjang: 1β2 halaman A4, spasi 1.5 Pengumpulan: Via Ngaji UIN Gusdur (opens in a new tab)
LEMBAR TUGAS 1
Nama: ________________________ | NIM: ________________________ | Tanggal: ________________________
Petunjuk: Jawab setiap pertanyaan dengan jelas dan jujur. Tidak perlu panjang β yang terpenting adalah kedalaman pemikiran Anda.
Pertanyaan 1 (30 poin):
Bayangkan Anda adalah seorang Kepala Cabang Bank Syariah. Informasi apa saja yang Anda butuhkan setiap hari untuk menjalankan cabang dengan baik? Sebutkan minimal 5 jenis informasi dan jelaskan mengapa masing-masing informasi itu penting.
Tuliskan jawaban di sini:
Pertanyaan 2 (30 poin):
Dari eksplorasi website OJK dan Bank Indonesia yang Anda lakukan di lab tadi, sebutkan 3 informasi yang menurut Anda paling penting bagi bank syariah. Jelaskan alasan pilihan Anda.
Tuliskan jawaban di sini:
Pertanyaan 3 (40 poin):
Menurut Anda, bagaimana nilai-nilai Islam seperti amanah dan kejujuran berkaitan dengan pengelolaan data dan informasi di bank syariah? Berikan satu contoh nyata yang menggambarkan hubungan tersebut.
Tuliskan jawaban di sini:
Rubrik Penilaian Tugas 1
| Aspek | Sangat Baik (81β100) | Baik (66β80) | Cukup (56β65) | Perlu Perbaikan (< 56) |
|---|---|---|---|---|
| Relevansi Jawaban | Semua jawaban relevan dan spesifik | Sebagian besar relevan | Cukup relevan tapi umum | Tidak relevan atau sangat dangkal |
| Kedalaman Analisis | Menunjukkan pemahaman yang mendalam dan kritis | Pemahaman baik dengan beberapa wawasan | Pemahaman dasar, kurang kritis | Sangat dangkal, tanpa analisis |
| Integrasi Nilai Islam | Keterkaitan nilai Islam sangat jelas dan konkret | Keterkaitan ada dan cukup dijelaskan | Disebutkan tapi tidak dikembangkan | Tidak ada keterkaitan nilai Islam |
| Kualitas Penulisan | Sangat jelas, terstruktur, dan mudah dipahami | Jelas dan cukup terstruktur | Cukup jelas walau kurang terstruktur | Sulit dipahami, tidak terstruktur |
π¬ BAHAN DISKUSI KELAS
Tiga pertanyaan diskusi berikut akan memandu jalannya sesi diskusi interaktif di kelas:
Diskusi 1:
"Apakah bank tanpa sistem informasi bisa beroperasi dengan baik di zaman sekarang?"
Pikirkan: apa yang terjadi jika seluruh sistem komputer Bank Syariah Indonesia (BSI) mati selama satu hari? Apa dampaknya bagi nasabah dan bank itu sendiri?
Diskusi 2:
"Apa risiko yang mungkin terjadi jika data nasabah bank dikelola secara tidak amanah?"
Kaitkan dengan berita kebocoran data yang pernah terjadi di industri perbankan. Bagaimana Islam memandang tanggung jawab ini?
Diskusi 3:
"Bagaimana bedanya 'banyak data' dengan 'informasi yang berguna'?"
Bayangkan Anda punya 1 juta angka transaksi tanpa konteks. Apakah itu sudah berguna? Apa yang perlu dilakukan agar data tersebut menjadi informasi yang bermanfaat?
π RINGKASAN MATERI
Berikut adalah poin-poin kunci dari Pertemuan 1 yang perlu dikuasai mahasiswa:
1. Hierarki Pengetahuan dalam SIM Data β Informasi β Pengetahuan. Setiap tingkatan memiliki nilai yang berbeda dan SIM berperan mengubah data mentah menjadi pengetahuan yang dapat ditindaklanjuti.
2. Definisi SIM SIM adalah sistem berbasis komputer yang mengintegrasikan manusia, perangkat keras, perangkat lunak, data, prosedur, dan jaringan untuk menyediakan informasi bagi pengambilan keputusan manajerial.
3. Enam Komponen SIM Manusia (brainware), perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), data, prosedur, dan jaringan komunikasi β keenam komponen ini harus bekerja secara sinergis.
4. Urgensi SIM bagi Bank Syariah Bank syariah membutuhkan SIM untuk mencatat transaksi, menghasilkan laporan, mendukung keputusan, melayani nasabah, dan memastikan kepatuhan syariah.
5. Integrasi Nilai Islam SIM di bank syariah harus mewujudkan nilai amanah (Q.S. An-Nisa': 58), transparansi (Q.S. Al-Baqarah: 283), kejujuran, dan akuntabilitas dalam setiap aspek pengelolaan informasi.
π REFERENSI PERTEMUAN 1
Referensi Utama (Wajib)
| No | Sumber |
|---|---|
| 1 | McLeod, R., & Schell, G.P. (2008). Sistem Informasi Manajemen (Edisi 10, Bab 1: Pengantar SIM). Jakarta: Salemba Empat. |
| 2 | Laudon, K.C., & Laudon, J.P. (2022). Management Information Systems: Managing the Digital Firm (17th Ed., Chapter 1: "Information Systems in Global Business Today"). New Jersey: Pearson. |
| 3 | O'Brien, J.A., & Marakas, G.M. (2010). Management Information Systems (10th Ed., Chapter 1: "Foundations of Information Systems in Business"). New York: McGraw-Hill. |
Referensi Perbankan Syariah
| No | Sumber |
|---|---|
| 4 | Antonio, M.S. (2001). Bank Syariah: Dari Teori ke Praktik (Bab 1: Sejarah dan Perkembangan Bank Syariah). Jakarta: Gema Insani Press. |
| 5 | Karim, A.A. (2014). Bank Islam: Analisis Fiqih dan Keuangan (Edisi 5). Jakarta: Raja Grafindo Persada. |
| 6 | OJK. (2023). Roadmap Pengembangan Perbankan Syariah Indonesia 2023β2027. Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan. |
Referensi Al-Quran dan Nilai Islam
| No | Sumber |
|---|---|
| 7 | Q.S. Al-Baqarah: 283 β Tentang pencatatan transaksi dan amanah dalam hutang-piutang. |
| 8 | Q.S. An-Nisa': 58 β Tentang kewajiban menunaikan amanah kepada yang berhak. |
| 9 | Qardawi, Y. (2010). Norma dan Etika Ekonomi Islam. Jakarta: Gema Insani Press. |
Sumber Digital Resmi
| No | Sumber |
|---|---|
| 10 | OJK. Statistik Perbankan Syariah (terbaru). Diakses dari: https://www.ojk.go.id/id/data-dan-statistik (opens in a new tab) |
| 11 | Bank Indonesia. Sistem Pembayaran dan Infrastruktur Pasar Keuangan. Diakses dari: https://www.bi.go.id (opens in a new tab) |
Refleksi Mahasiswa
Di akhir pertemuan, luangkan 5 menit untuk menjawab tiga pertanyaan refleksi berikut (tidak dikumpulkan, hanya untuk diri sendiri):
- Apa satu hal terpenting yang saya pelajari hari ini?
- Apa yang masih membingungkan atau ingin saya pelajari lebih lanjut?
- Bagaimana materi hari ini akan berguna dalam karier saya sebagai bankir syariah?
π KONEKSI KE PERTEMUAN BERIKUTNYA
Pertemuan 2 akan membahas secara lebih mendalam tentang:
- Enam komponen SIM beserta contoh nyata di bank syariah
- Empat jenis sistem informasi: TPS, MIS, DSS, dan EIS
- Praktikum lab: Mengisi tabel klasifikasi sistem informasi di bank syariah menggunakan Google Sheets
Persiapan untuk Pertemuan 2:
- Kumpulkan Tugas 1 sebelum pertemuan dimulai
- Pastikan Anda memiliki akun Google (Gmail) yang aktif untuk kegiatan lab Google Sheets
- Baca Bab 2 McLeod & Schell (2008) atau Chapter 2 Laudon & Laudon (2022) sebagai bacaan awal
Modul ini disusun berdasarkan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Mata Kuliah Sistem Informasi Manajemen, Program Studi Perbankan Syariah, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti) Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023.
Β© FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan β Program Studi Perbankan Syariah